Vaksinasi Covid, IDI Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa dan Pastikan Keamanan

"Kedua minta tolong juga dari himpunan yang juga di bawah Kemenkes yaitu Indonesian Technical untuk menilai vaksin"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Okt 2020 22:55 WIB

Author

Astri Septiani

Vaksinasi Covid, IDI Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa dan Pastikan Keamanan

Gubernur Ridwan Kamil pantau simulasi vaksin COVID-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jabar, Kamis (22/10). (Antara/Asprilla Dwi)

KBR, Jakarta-  Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  meminta pemerintah tidak tergesa-gesa terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Kata Ketua Satgas Covid-19  IDI  Zubairi Djoerban, perlu diadakan persiapan yang baik dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya.

Kata dia, hal ini untuk memastikan vaksin yang digunakan aman dan efektif.

"IDI seperti juga mengikuti instruksi Presiden, perlu segera vaksin itu namun jangan tergesa-gesa. Kita harapkan BPOM juga amat sangat berhati-hati. Pertama harus BPOM. Kedua minta tolong juga dari himpunan yang juga di bawah Kemenkes  yaitu Indonesian Technical untuk menilai vaksin Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI). Atau kalau di WHO namanya SAGE (Strategic Advisory Group of Experts on Immunization of the World Health Organization)," kata Zubairi saat dihubungi KBR, Kamis (22/10/20).

Menurut IDI, pelaksanaan program vaskinasi juga memerlukan persiapan yang baik dan komprehensif. Termasuk penyusunan pedoman-pedoman terkait vaksinasi oleh perhimpunan profesi, pelatihan petugas vaksin, sosialisasi bagi seluruh masyarakat dan membangun jejaring untuk penanganan efek samping vaksinasi.

Zubairi menjelaskan, hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19. Karena seluruh kandidat vaksin Covid-19 sedang dikembangkan di dunia, di antaranya masih dalam tahap uji coba pada manusia.

Sebelumnya, pemerintah memastikan vaksin COVID-19 untuk 9,1 juta orang yang berasal dari 3 perusahaan yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino tersedia pada bulan November-Desember 2020 ini.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional