Relawan Covid-19 Ajak Sarjana Kesehatan Bantu Tracing

Setiap puskesmas membutuhkan lima tenaga kesehatan. Tiga di antaranya adalah aparatur sipil negara (ASN) dan dua sisanya diisi oleh relawan yang nantinya bertugas melakukan tracing.

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Kamis, 29 Okt 2020 07:00 WIB

Author

Ardhi Rosyadi

Relawan Covid-19 Ajak Sarjana Kesehatan Bantu Tracing

Andre Rahadian dalam Acara Peringatan Sumpah Pemuda: Pemuda - Pemudi Bergerak Melawan Covid-19, Rabu (28/10)

KBR, Jakarta- Relawan COVID-19 meminta para sarjana kesehatan masyarakat (SKM) bergabung dalam tim relawan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Koordinator Relawan Covid-19 Andre Rahadian menjelaskan tenaga baru itu nantinya bakal diperbantukan untuk relawan tracing (pelacakan).

Ia menyebutkan berdasarkan data base jumlah relawan saat ini sebanyak 32.000, dan 6.500 sudah siap ditempatkan ke puskesmas yang tersebar di Indonesia.

"Kami mengundang untuk membantu puskesmas di tempatnya," ujar Andre Rahadian Dalam talkshow Pemuda-Pemudi Bergerak Melawan Covid-19, Rabu (28/10/20).

Menurut Andre, saat ini terdapat 1.800 puskesmas yang tersebar di Indonesia. Setiap puskesmas membutuhkan lima tenaga kesehatan. Tiga di antaranya adalah aparatur sipil negara (ASN) dan dua sisanya diisi oleh relawan yang nantinya bertugas melakukan tracing.

"Tracing ini sangat sensitif bagaimana menanyakan orang terkena Covid-19," ujarnya.

Andre menambahkan relawan saat ini fokus pada perubahan perilaku agar bisa memutus mata rantai Covid-19.

"Hanya dengan kesadaran masyarakat dan dilakukan dengan konsisten bisa memutus penyebaran wabah corona virus," imbuhnya.

Editor: Agus Luqman 

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7