Presiden Terima Surat Kepercayaan 7 Dubes Negara Sahabat

"Bapak Presiden yang kami hormati, perkenankanlah kami hadapkan tujuh duta besar luar negeri luar biasa dan berkuasa penuh, dari negara-negara sahabat, untuk menyerahkan surat-surat kepercayaan."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 21 Okt 2020 12:34 WIB

Author

Resky Novianto

Presiden Terima Surat Kepercayaan 7 Dubes Negara Sahabat

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari duta besar (dubes) negara sahabat. Tujuh Dubes ini ditunjuk negara masing-masing untuk bertugas di Indonesia.

Penyerahan tersebut, diberikan langsung Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dan disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/10/2020).


"Bapak Presiden yang kami hormati, perkenankanlah kami hadapkan tujuh duta besar luar negeri luar biasa dan berkuasa penuh, dari negara-negara sahabat, untuk menyerahkan surat-surat kepercayaan."

Dari tujuh Dubes LBBP ini, antara lain; Benedetto Latteri dari Republik Italia, Iv Heang dari Kerajaan Kamboja, Taesung Park dari Republik Korea, Johannes Peterlik dari Republik Austria, Manuel Antonio Saturno Escala dari Republik Panama, Lars Bo Larsen dari Kerajaan Denmark, dan Sung Yong Kim dari Amerika Serikat.

Setelah menyerahkan surat kepercayaan, satu per satu Dubes berfoto bersama Jokowi dan berpamitan meninggalkan ruang kredensial Istana Merdeka. Tujuh Dubes beserta pasangan juga berfoto bersama di tangga Istana Merdeka dan dilanjutkan mendengarkan kumandang lagu 'Indonesia Raya'.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional