Presiden: Pengadaan Vaksin COVID-19 Jangan Sampai Abaikan Aspek Saintifik

“Jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kaidah saintifik, data kesehatan dinomorduakan. Tidak bisa."

BERITA | NASIONAL

Senin, 26 Okt 2020 16:40 WIB

Author

Dwi Reinjani

Presiden: Pengadaan Vaksin COVID-19 Jangan Sampai Abaikan Aspek Saintifik

Petugas kesehatan melakukan simulasi vaksinasi COVID-19 di Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). (Foto: ANTARA/Asprilla Dwi)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali meminta para menteri dan pejabat terkait terus memastikan keamanan vaksin COVID-19 sebelum nanti digunakan untuk vaksinasi massal di Indonesia.

Jokowi mengatakan keamanan vaksin saat ini menjadi perhatian utama masyarakat. Jika tidak ada kepastian dan jaminan keamanan maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Jika terjadi masalah vaksin, kata Jokowi, bisa menghilangkan kepercayaan publik pada upaya-upaya yang sedang dilakukan pemerintah.

“Saya minta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan keamanan dan keefektifannya. Keamanan itu artinya kalau disuntik betul-betul melalui sebuah tahapan-tahapan, uji klinis yang benar. Kalau tidak, ada satu saja masalah, nanti bisa menjadikan ketidakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini,” ujar Jokowi, saat membuka rapat terbatas terkait vaksinasi, Senin (26/10/2020).

Baca juga:

Jokowi juga mengingatkan para menteri agar tidak terburu-buru menyediakan vaksin bagi masyarakat dan mengabaikan aspek keilmuannya. Ia meminta agar vaksin yang akan diberikan betul-betul memenuhi standar ilmu kesehatan dan juga data kesehatan yang telah dimiliki saat ini.

“Jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kaidah saintifik, data kesehatan dinomorduakan. Tidak bisa. Jangan timbul persepsi pemerintah tergesa-gesa, tanpa ikuti koridor ilmiah yang ada. Tolong betul-betul kita lalui semuanya. Meskipun ingin dipercepat, hal-hal tadi jangan sampai dilupakan. Memang kita ingin langkah gerak cepat, tetapi penuh perencanaan dan persiapan yang matang.” Ujar Jokowi.

Jokowi juga minta para pejabat memperbaiki komunikasi publik mengenai keterbukaan pengadaan vaksin. Ia meminta Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan dan Kominfo Bekerjasama dalam memberi arahan, edukasi kepada masyarakat lebih detail dan mudah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7