Pertanian Tumbuh Saat Pandemi, Menteri Teten Siapkan Model Korporasi Tani Nelayan

"Ini yang perlu dibangun adalah bussiness model seperti swasta agar semua resources yang diterima rakyat bisa menyejahterakan,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 06 Okt 2020 14:14 WIB

Author

Resky Novianto

Pertanian Tumbuh Saat Pandemi, Menteri Teten Siapkan Model Korporasi Tani Nelayan

KBR, Jakarta-  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa model bisnis yang cocok bagi petani dan nelayan, tengah didorong oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi terkait pembentukan korporasi bagi keduanya.

Teten mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan  model bisnis  korporatisasi petani dan nelayan, yang nanti akan direplikasi di pelbagai tempat.

"Saya kira betul yang disampaikan Presiden, ini kan kalau pupuk dibagikan ke rakyat, bibit dibagikan ke rakyat, alsintan dibagikan, termasuk lahan diberikan, itu tidak dengan sendirinya rakyat akan sejahtera. Ini yang perlu dibangun adalah bussiness model seperti swasta agar semua resources yang diterima rakyat bisa menyejahterakan," ujar Teten saat Ratas di Kanal Youtube Setpres RI, Selasa (6/10/2020).

Teten mengatakan, model bisnis awal yang dipersiapkan adalah koperasi. Kata dia, pembentukan koperasi modern akan dilakukan, untuk meningkatkan kesejahteraan dengan merancang model bisnis mulai dari hulu sampai ke hilir. Petani dan nelayan, seperti arahan Presiden, dapat menerima profit dari semua proses produksi dari tanam sampai hilirisasi.

"Kalau pembiayaan, mengintegrasikan resources yang ada di pemerintah, bantuan Bibit, Benih, Pupuk, alsintan, termasuk pembiayaan KUR, perbankan, dan termasuk LPDB atau BLU lain di KKP dan Kementan," tutur Teten.

Dia melanjutkan, "Ini ada beras dengan skala 800 ha di Demak, lalu kelapa sawit di Pelalawan Riau, ada juga beberapa komoditas lain yang saya kira bagus untuk dibuat pilot dan bekerja sama. Dari model bisnis ini seperti kita tahu di sektor perikanan dan pertanian itu kan petaninya kecil-kecil."

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali menginstruksikan agar bawahannya segera membentuk korporasi petani dan nelayan, dengan mencontoh negara lain. Jokowi merasa kesal, lantaran arahannya sejak tahun lalu tidak lekas dilaksanakan. Dia meminta agar pembentukannya dipercepat, untuk meningkatkan taraf hidup keduanya.


Editor:  Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kisah Perempuan Listrik asal Semarang yang Mendunia

Kabar Baru Jam 8

Menilik Gerakan Digital Warganet Sepanjang 2020

Kabar Baru Jam 10