Pandemi, Menko Airlangga: Realisasi PEN Lebih 330 T

"Capaiannya per klaster yang Kesehatan sudah 25,9 atau 30 persen. Perlindungan Sosial 78 persen."

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Okt 2020 10:19 WIB

Author

Fadli Gaper

Pandemi, Menko Airlangga: Realisasi PEN Lebih 330 T

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga pekan lalu sudah mencapai Rp331 triliun atau 47 persen dari pagu. Pagu program PEN yaitu Rp695 triliun. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, realisasi anggaran program PEN terus bertambah setiap bulannya, sejak dirilis Juli lalu.

Saat ini realisasi anggaran terbanyak yaitu Perlindungan Sosial 78 persen, dan Dukungan UMKM 73 persen dari pagu. Hingga akhir tahun nanti, menurut Airlangga, keenam sektor akan menyerap 100 persen anggaran.

"Capaiannya per klaster yang Kesehatan sudah 25,9 atau 30 persen. Perlindungan Sosial 78 persen. Untuk Pemda 26 persen. Dukungan UMKM 73 persen. Pembiayaan Korporasi karena sebagian besar BUMN dan BUMN dibawah Kementerian Keuangan walaupun kelihatannya 0 persen tapi ini akan penyerapannya akan 100 persen. Demikian pula untuk Insentif Usaha," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar yang digelar Kagama, Ahad (11/10/2020).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pada tahun depan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi tetap berlanjut, pemerintah sudah berkomitmen mengganggarkan Rp372 triliun. Alokasinya tetap dilanjutkan ke enam sektor, yaitu Kesehatan Rp25 triliun, UMKM Rp48 triliun, dan Perlindungan Sosial Rp110 triliun.

Selanjutnya untuk sektor Pembiayaan Korporasi, Insentif Usaha, dan Kementerian serta Pemerintah Daerah.


Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Uji Coba Pembukaan Pariwisata, 8000 Pelancong Datangi Hawaii

Kabar Baru Jam 7

Adaptasi Petani Kendal Atasi Kekeringan

Kabar Baru Jam 8

Kesaksian Jurnalis Korban Kekerasan Aparat saat Aksi Tolak Undang-undang Cipta Kerja