Pandemi, Menkeu: Realisasi Anggaran PEN 344 T

"Kenaikan pada bulan Juli, Agustus, September ini yang memberikan kontribusi kenaikan belanja negara,”

NASIONAL

Selasa, 20 Okt 2020 06:56 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pandemi, Menkeu: Realisasi Anggaran PEN 344 T

Tangkapan layar live streaming Menkeu Sri Mulyani realisasi anggaran, Senin (19/10).

KBR, Jakarta-  Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga Oktober 2020 anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai 344 triliun. Dana tersebut terealisasi ke berbagai sektor, mulai dari Bantuan sosial, kesehatan, pembangunan, pendidikan hingga bantuan UMKM dan pekerja.

Dia berharap kenaikan anggaran belanja negara tersebut bisa mendongkrak perekonomian rakyat, dalam masa pandemi. Alasannya anggaran belanja kementerian dan lembaga dialihkan untuk pemulihan

“Sampai dengan 14 Oktober sudah terealisasi 344,11 triliun dan kalau kita lihat dari periode September-Oktober terjadi kenaikan belanja 25,6. Memang kenaikan ini lebih rendah dibandingkan dua bulan terakhir yaitu waktu Juli ke Agustus kenaikan belanjanya 63,9 triliun dan Agustus ke September kenaikan belanja nya mencapai 106, 8 triliun. Kenaikan pada bulan Juli, Agustus, September ini yang memberikan kontribusi kenaikan belanja negara,” ujar Sri Mulyani, dalam tele wicara di media sosial Kemenkeu, Senin (19/10/2020).

Sri Mulyani menjabarkan, anggaran PEN yang sudah terealisasi meliputi anggaran kesehatan sebanyak 27,59 triliun atau naik 5,6 persen. Kemudian anggaran untuk perlindungan sosial sebanyak 167 triliun atau naik 10 persen, kemudian anggaran untuk sektoral pemda sebesar 28 triliun atau naik 1,39 persen, insentif usaha sebanyak 29,8 triliun atau naik 1,6 persen, dukungan UMKM terealisasi sebesar 91,77 triliun atau naik 6,92 persen.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk membantu perekonomian daerah adalah dengan memberi insentif daerah, memberi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Kartu pra kerja serta dana desa. Sri Mulyani juga mengatakan saat ini Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) Indonesia mengalami pertumbuhan sebanyak 5,8 persen atau 629,7 triliun dan sudah ditransfer langsung ke daerah, untuk perbaikan ekonomi. Kendati demikian sampai saat ini transfer umum masih mengalami penurunan lantaran penerimaan pajak Indonesia masih minim. Sri Mulyani mengatakan dengan adanya TKDD diharapkan, pemulihan ekonomi sektor daerah bisa mendongkrak daya beli masyarakat saat pandemi.



Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengungkapkan realisasi   penyerapan anggaran untuk bantuan sosial (bansos) telah mencapai 66 persen. Kata dia, bansos tertinggi terserap untuk subsidi energi 94 persen. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Ratas Penanganan Covid-19 dan Komite PEN secara virtual, Senin (12/10).

"Untuk proses pemulihan ekonomi sampai dengan 7 Oktober saya mencatat realisasi anggaran ini khusus realisasi anggaran untuk klaster bansos ini sudah mencapai 66 persen, klaster UMKM mencapai 76 persen, dan untuk klaster tambahan subsidi energi sudah sampai pada angka 94 persen," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual, Senin (12/10/2020).

Jokowi mengatakan, pemerintah telah menyediakan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun. Anggaran itu terbagi dalam beberapa klaster seperti kesehatan dan PEN. Khusus untuk PEN, menurutnya, realisasi anggaran paling tinggi terjadi dalam klaster subsidi energi, diikuti klaster UMKM dan klaster bantuan sosial.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7