Pandemi, Bulan Depan Indonesia Mampu Produksi 2 Juta Rapid Test

"Tiga sudah memulai dan kemudian ditambah yang keempat sehingga kita berharap bisa mencapai 2 juta Perbulan.”

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Okt 2020 13:10 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pandemi,  Bulan Depan Indonesia Mampu Produksi 2 Juta Rapid Test

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta-   Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pemerintah saat ini sedang mempercepat produksi rapid tes buatan dalam negeri. Menurutnya produksi rapid tes tersebut dikerjakan oleh empat  perusahaan swasta.

“Rapid test yang sudah dilaunching sekitar bulan Mei tahun ini produksinya per bulan ini sudah 350 ribu. Diperkirakan bulan depan sudah bergerak naik menuju 1 sampai 2 juta per bulan. Dan ini sudah dilakukan produksi oleh tiga  sampai empat  perusahaan swasta.  Tiga  sudah memulai dan kemudian ditambah yang keempat sehingga kita berharap bisa mencapai 2 juta Perbulan.” Ujar Bambang, dalam keterangan pers virtual, Senin (12/10/2020).

Menurut Bambang, mempercepat dan mengembangkan produksi rapid tes dalam negeri, merupakan upaya pemerintah agar tidak tergantung pada pembelian rapid test dari luar negeri. Sehingga saat ini Kemenristek/BRIN  tengah mendorong produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan saat pandemi.

Namun Bambang mengatakan, rapid tes buatan Indonesia bersifat antibodi, sehingga sangat sensitif namun memiliki spesifikasi yang rendah, sehingga tingkat akurasinya sangat rendah. Oleh sebab itu rapid test yang saat ini digunakan untuk screening dengan tujuan membantu testing.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan  3M, yakni;  Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi