Kunjungi Sumatera Utara, Jokowi Tinjau Kesiapan Lumbung Pangan

"Seperti kita lihat ini adalah tempat dimulainya food estate di provinsi Sumatera Utara, yaitu untuk tanaman utamanya kentang, yang kedua bawang merah, yang ketiga bawang putih,”

BERITA | NASIONAL

Selasa, 27 Okt 2020 12:36 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kunjungi Sumatera Utara, Jokowi Tinjau Kesiapan Lumbung Pangan

Presiden Jokowi tinjau lumbung pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, Selasa (27/10). (Setpres)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo, hari ini melakukan kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara tepatnya di kabupaten Humbang Hasundutan. Kedatangannya pada hari ini untuk meninjau langsung kesiapan lumbung pangan, atau food estate yang tengah dipersiapkan pemerintah untuk menghadapi krisis.

Lumbung pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan akan difokuskan pada komoditas kentang dan bawang.

“di Kabupaten Humbang Hasundutan, di Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Fakfak Barat. Tersebar tetapi tetap di satu provinsi Sumatera Utara, dan yang akan kita tanam di sini seperti kita lihat ini adalah tempat dimulainya food estate di provinsi Sumatera Utara, yaitu untuk tanaman utamanya kentang, yang kedua bawang merah, yang ketiga bawang putih,” ujar Jokowi, di Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020).

Jokowi mengatakan, di Sumatera Utara disediakan lahan seluas 60 ribu hektare, namun yang akan digunakan sebagai lumbung pangan hanya 30 ribu hektare.

Jokowi juga mengatakan selama 2 hingga 2,5 bulan ke depan lumbung pangan ini akan dipantau terkait hasil yang diproduksi saat panen tiba. Pemerintah ingin melihat prospek bisnis yang bisa dihasilkan.

“Saya rasa kita ingin melihat bisnis nya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa. Itu hitungannya sudah ada ini akan menjadi contoh pada provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate.” Ujar Jokowi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7