Komnas HAM: Banyak Aduan Soal Penyempitan Ruang Berpendapat

"Pengadu mengeluhkan hak-hak mereka dalam berpendapat tercederai."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 27 Okt 2020 15:45 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Komnas HAM: Banyak Aduan Soal Penyempitan Ruang Berpendapat

Pengunjuk rasa membawa poster saat menentang UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (08/10). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan banyak menerima aduan terkait penyempitan ruang dalam menyampaikan pendapat. Komisioner Komnas HAM Amiruddin Ar-Rahab mengatakan, aduan itu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga sejumlah tokoh.

Kata Amiruddin, pengadu mengeluhkan hak-hak mereka dalam berpendapat tercederai.

"Nah itu muncul ke permukaan, menguat. Jadi artinya, kebebasan menyatakan pendapat itu dijamin oleh konstitusi. Jika terjadi penyempitan atau adanya rasa terjadinya penyempitan terhadap ruang menyatakan pendapat, berarti ini menjadi problem hak asasi manusia yang pantas kita pikirkan bersama untuk mencari jalan keluarnya," kata Amiruddin dalam sebuah diskusi daring, Selasa (27/20/2020).

Komisioner Komnas HAM Amiruddin Ar-Rahab juga mengatakan, penyempitan ruang dalam menyatakan pendapat ini akan berpengaruh terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Ia mendesak pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan serius fenomena ini. Supaya nilai-nilai HAM yang telah diperjuangkan cukup panjang, tidak menjadi berkurang.

"Nah ini lah soal-soal yang menjadi fenomena hari ini. Saya berpikir sudah perlu kita kembali mendiskusikan dengan baik bagaimana kualitas demokrasi kita hari ini. Tujuannya untuk mengukur seluas apa atau selebar apa ruang yang tersedia bagi pengembangan hak asasi manusia, terutama kebebasan berpendapat terjadi hari ini," tambahnya.

Sebelumnya, lembaga survei Indikator Politik juga merilis data mengenai ketakutan rakyat untuk menyatakan pendapat. Ketakutan ini bersamaan dengan hasil survei lain yang memperlihatkan rakyat merasa Indonesia menjadi kurang demokratis.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7