Kandidat Vaksin Covid-19, IDI Minta Gunakan yang Lolos Uji Klinis Fase 3

"Standar di seluruh dunia saat ini adalah baru terbukti aman dan efektif kalau sudah lolos uji klinis fase 3,"

NASIONAL

Sabtu, 17 Okt 2020 10:04 WIB

Author

Astri Septiani

Kandidat Vaksin Covid-19, IDI Minta Gunakan yang Lolos Uji Klinis Fase 3

Relawan vaksin covid bersiap tes kesehatan di Puskesmas Dago, Bandung, Selasa (11/08). (Antara/Novrian)

KBR, Jakarta- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah gunakan vaksin covid-19 yang telah lulus uji klinis fase 3. Tujuannya kata Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban, agar vaksin yang digunakan di Indonesia nanti aman dan efektif.

Dia menilai pemerintah Indonesia sepertinya ingin mengikuti langkah Cina dan Rusia untuk memberikan vaksin ke warganya, meski vaksin yang digunakan belum lolos uji klinis tahap 3 untuk memastikan efektivitasnya. Cina dan Rusia kata dia beralasan bahwa vaksin dilakukan karena keadaan darurat dan tak ingin ada lebih banyak lagi yang meninggal.

Kata Zubairi hingga saat ini belum ada satupun vaksin di dunia yang telah memenuhi uji klinis tahap ketiga. 

"Vaksin yang dipakai harusnya adalah vaksin yang aman dan efektif. Aman tidak bikin komplikasi, tidak bikin sakit malahan. Efektif itu artinya berhasil vaksinnya. Harus berhasil menyebabkan orang yang divaksinasi menjadi kebal terhadap covid-19. Standar di seluruh dunia saat ini adalah baru terbukti aman dan efektif kalau sudah lolos uji klinis fase 3," kata Zubairi kepada KBR, Rabu (14/10/20).

Zubairi menambahkan, IDI juga masih terus melakukan pembahasan terkait vaksin ini dengan pemerintah. Kata dia, agar efektif menghilangkan virus Covid-19, harus 100persen atau paling tidak minimal 70 persen dari seluruh penduduk di Indonesia nantinya harus divaksin. Jika jumlah itu sudah kebal karena  divaksinasi, maka peluang untuk penularan akan kecil dan virus akan hilang.

Sebelumnya Pemerintah menandatangani perjanjian kerja sama vaksin dengan perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Perjanjian ini untuk penyediaan 100 juta dosis vaksin Covid-19.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara delegasi pemerintah Indonesia, yang diwakili Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir, serta tim Kemenkes RI dengan jajaran pimpinan AstraZeneca di London, Rabu waktu setempat.

Menlu Retno mengatakan Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebanyak 100 juta (dosis) untuk tahun depan.

"Vaksin AZ merupakan salah satu kandidat vaksin Covid-19 yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tercatat telah memasuki uji klinis tahap 3. Menggunakan desain non-replicating viral vector," ujar Menlu Retno saat memberikan keterangan daring dari London, Rabu (14/10).

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan  3M, yakni;  Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Wakil Menkes Iran Mengundurkan Diri

Wakil Menkes Iran Mengundurkan Diri

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Camat dan Lurah Terancam Dicopot Jika Tak Berani Hentikan Kegiatan Masyarakat yang Langgar Protokol Kesehatan