Uji Balistik Kasus Mahasiswa Kendari di Luar Negeri, Ini Kata Ombudsman

Kemungkinan penghilangan barang bukti, hingga indikasi memperlambat penyelidikan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 08 Okt 2019 20:38 WIB

Author

Lea Citra

Uji Balistik Kasus Mahasiswa Kendari di Luar Negeri, Ini Kata Ombudsman

Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan DPR menyikapi kematian dua mahasiswa dalam demo di Kendari. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta - Ombudsman mempertanyakan uji proyektil atau uji balistik asus pembunuhan mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi di Belanda dan Australia.

Anggota Ombudsman RI, Laode Ida mencemaskan, kemungkinan penghilangan barang bukti, hingga indikasi memperlambat penyelidikan.

Menurutnya, Indonesia bisa melakukan uji balistik sendiri, dibanding harus ke luar negeri.

"Dilakukan uji balistik, harus di luar negeri, kan di Indonesia kan sudah cukup canggih juga laboratorium forensiknya atau uji balistik seperti itu. Itu sudah cukup tersedia di Indonesia. Ini memastikan, mendinginkan di masyarakat, agar pihak korban atau masyarakat umum melewatkan situasi ini, peristiwa ini. Menghilangkan peristiwa ini dalam memori publik secara luas," katanya kepada KBR, Selasa (8/10/2019).

Baca: Selidiki Penembakan Mahasiswa, Polri Uji Balistik di Luar Negeri
 
Laode Ida mengungkapkan, Ombudsman akan mengawal proses penyidikan pelaku pembunuhan 2 mahasiswa di Kendari hingga tuntas.

Ia menegaskan, pelakunya harus disanksi pidana, bukan hanya sekedar pembebastugasan atau dipecat.

"Saya mendapat informasi sudah diperiksa, sudah ditahan, dan kemudian berita terakhir sudah dibebastugaskan. Saya belum tau tindak lanjutnya. Ombudsman hari ini sudah mempertanyakan itu di Polda Sulawesi Tenggara, perihal mengapa lamban menemukan penembaknya atau yang melakukan penembaknya itu, dengan begitu kejam begitu. Ini sudah masuk minggu kedua, juga belum ditemukan siapa pelakunya," ujarnya.

Laode Ida juga mendesak Kepolisian transparan terhadap penyelidikan kasus pembunuhan 2 mahasiswa di Kendari.

Tidak hanya itu, lanjut Laode Ida, harus ada kejelasan dan penjelasan ke publik terkait progres kasus ini, meski keluarga Yusuf Kardawi pasrah akan penuntasan kasus ini.

"Kasus ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus ini harus selesai dan terungkap siapa pembunuhnya," pungkas Laode Ida.

Baca juga:Pengusutan Aparat Represif, Transparansi Polri Dipertanyakan


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Soal Portal Aduan ASN Radikal

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Boeing Yakin Dapat Izin Terbang Boeing 737 MAX Akhir Tahun Ini