Terduga Teroris di Jembrana Buat Buku Cara Membuat Bom

"Mengetahui tentang rencana Abu Rara yang melaksanakan amaliyah, merencanakan aksi teror di Bali, dengan sasaran-sasaran tertentu,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Okt 2019 09:47 WIB

Author

Kevin Candra

Terduga Teroris di Jembrana Buat Buku Cara Membuat Bom

Densus 88 menunjukkan barang bukti terduga teroris NAS di Kampung Rawa Kalong Kabupaten Bekasi, Minggu (13/10). (Foto: Antara/Arisanto)

KBR, Jakarta- Kepolisian menemukan terduga teroris AT menulis  tutorial  membuat bom. Juru bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris AT   aktif memberikan tutorial untuk membuat bom melalui sebuah buku berjudul 'Produk Indo'.   Buku tersebut disebar di kelompoknya.

Kedua terduga AT dan ZA  yang  ditangkap di Jembrana, Bali, kata  Dedi  berafiliasi dengan Isis. Keduanya merancanakan serangan teror untuk di Bali.

Dia menjelaskan bapak dan anak itu memiliki kedekatan dengan Abu Rara pelaku penusukan Wiranto.

"Saudara AT menyangkut masalah Abu Rara, close contact. Untuk menyusun penyerangan atau amaliyah. Mengetahui tentang rencana Abu Rara yang melaksanakan amaliyah, merencanakan aksi teror di Bali, dengan sasaran-sasaran tertentu," ujar juru bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo di Humas Mabes Polri, Senin (14/10/2019)

Dedi menegaskan akan menangani secara khusus tersangka teroris di Bali berinisial ZA. Pasalnya Laki-laki berusia 14 tahun itu diajak Ayahnya, AT, untuk melakukan aksi teror.

"Untuk ZA karena masih di bawah umur, maka untuk penanganan Densus 88 juga memperlakukan secara khusus anak dari pada AP tersebut," ujar Dedi.

Barang bukti yang  disita polisi antara lain senjata tajam, anak panah, busur panah, buku rencana membuat bom. Serta beberapa bahan pembuat bom seperti baut, kumparan kabel dan media bom.


Rangkaian Penangkapan

Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menangkap sedikitnya 22 terduga teroris di sejumlah daerah di Indonesia, sejak insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten pekan lalu.

Ke-22 terduga teroris yang ditangkap itu, berinisial SA alias Abu Rara, FA, WB alias Budi, AP, ZA, S alias Jack Sparrow, R alias Putra, TH, NAS, A, RF, JF, WA, ABS alias Arif Hidayat, PH, M, JJ, AAS, MRM alias Rivki, dan UD.

Juru bicara Polri Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan puluhan terduga teroris itu merupakan pengembangan dari sejumlah terduga teroris yang telah ditangkap Densus 88.

Terduga teroris itu, kata Dedi, ditangkap karena terbukti terlibat dalam kelompok  terorisme, menyerukan melancarkan aksi teror, dan telah menyiapkan beberapa bom untuk bunuh diri.

"Jadi sampai dengan hari ini ada 22 tersangka terorisme yang berhasil dilakukan preventif strike oleh aparat Densus 88. Yang jelas tim Densus 88 masih melakukan kerja keras mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi," katanya ditemui di Mabes Polri, Senin (14/10/2019).

Dedi menyebut, terduga teroris ditangkap di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain, Banten, Bali, Jakarta, Sulawesi Utara, Jambi, Sulawesi Tengah, Jawa Barat dan Lampung.

"Densus 88 Antiteror terus berusaha untuk mengembangkan dan tidak menutup kemungkinan menangkap tersangka lain di pelbagai daerah," katanya.

Baca: Densus Tangkap Pemimpin JAD Cirebon

Kata dia, ke-22 teroris yang ditangkap itu berkoordinasi melalui grup di media sosial seperti Telegram. Terduga teroris juga melakukan penyerangan terhadap subjek di lapangan tidak terstruktur dan bergerak secara individu.

"Mereka melakukan amaliyah itu seperti yang disebutkan, bahwa kelompok ini adalah kelompok sifatnya tidak terstrukur di lapangan tetapi terstruktur di media sosial. Kelompok ini bergerak secara independen dan juga dia bergerak melakukan amaliyahnya sesuai kemampuan masing-masing," jelas Dedi Prasetyo.

Ia menambahkan, penangkapan terduga teroris dilakukan sejak Kamis, 10 Oktober hingga Senin 14 Oktober 2019. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15