Selidiki Penembakan Mahasiswa, Polri Uji Balistik di Luar Negeri

"Kita berharap secara teknologi, secara laboratoris, terhadap pemeriksaan ini akan lebih mendapatkan hasil konkret dan nyata."

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Okt 2019 17:27 WIB

Author

Kevin Candra, Adi Ahdiat

Selidiki Penembakan Mahasiswa, Polri Uji Balistik di Luar Negeri

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah demo di Senayan, Jakarta, menuntut Polri mengusut kasus penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (27/9/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Tim investigasi Polri tengah menyelidiki kasus penembakan yang menewaskan mahasiswa Universitas Halu Oleo, Imawan Randi (21) saat berunjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Polri akan melakukan uji balistik peluru yang diduga tewaskan Randi di Belanda dan Australia.

"Kita berharap secara teknologi, secara laboratoris, terhadap pemeriksaan ini akan lebih mendapatkan hasil konkret dan nyata. Informasi yang kita dapat proyektil itu didapat di sekitar korban, ini masih terus didalami," ujar Juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra di Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Sebelumnya, tim investigasi Polri sudah membebastugaskan enam anggota Polda Sultra yang kedapatan membawa senjata api saat penanganan demo tolak RKUHP dan UU KPK di depan Gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9/2019).

Asep menyebut keenam orang itu melanggar standard operational procedure (SOP) Polri tentang pengamanan unjuk rasa.

"Terkait pelanggaran SOP ini, ini yang kita betulkan menjadi persangkaan utama pada yang bersangkutan. Karena jelas-jelas tidak melakukan instruksi pimpinan terkait larangan membawa senjata api terhadap pelayanan aksi unjuk rasa. Terkait hasil pengecekan, nanti tim yang akan sampaikan secara keseluruhan," ujar Asep.

Penyidik juga mengajak pihak-pihak yang memiliki bukti, atau siapa pun yang menyaksikan peristiwa berdarah tersebut, untuk membantu mengungkap kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo. 

Pada Kamis 26 September 2019, seorang mahasiswa tewas ditembak saat melakukan aksi di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Ia adalah Imawan Randi (21) mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari. Randi tewas tertembus peluru di dada kanannya. 

Selain Randi, Yusuf Kardawi (19) juga tewas saat demo di hari yang sama. Mahasiswa Universitas Halu Oleo ini tewas akibat luka di kepalanya. Ia meninggal setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit setempat.  

Ombudsman RI Perwakilan Sultra dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan akan menjamin keselamatan para saksi tewasnya dua orang mahasiswa di Kendari.  

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun