Pengamat: Suryo Utomo Cocok Jadi Calon Pengganti Dirjen Pajak

"Sudah mengetahui lapangan, punya pengalaman memahami persoalan. Punya pengalaman cukup untuk melanjutkan tugas Pak Robert Pakpahan."

BERITA | NASIONAL

Senin, 28 Okt 2019 21:25 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Pengamat: Suryo Utomo Cocok Jadi Calon Pengganti Dirjen Pajak

Ilustrasi. (Foto: setkab.go.id/Domain Publik)

KBR, Jakarta - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo dinilai cocok sebagai pengganti Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan.

Robert Pakpahan saat ini memasuki usia pensiun.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyebut Suryo sudah terbiasa mendalami bidang pajak.

"Menurut saya cocok karena beliau dari internal. Sudah mengetahui lapangan, punya pengalaman memahami persoalan. Punya pengalaman cukup untuk melanjutkan tugas Pak Robert. Apalagi terakhir Pak Suryo menjadi staf ahli Menteri Keuangan yang sehari-hari bertugas membantu Dirjen Pajak di bidang peraturan. Saya kira sudah cukup pas untuk melanjutkan di sana," kata Yustinus pada KBR, Senin (28/10/2019).

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan di tengah situasi ekonomi yang sulit akibat ketidakpastian global ini diperlukan strategi kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya kebijakan yang cukup moderat, tidak menekan dunia usaha dan lainnya.

"Selanjutnya, menurut saya, Dirjen Pajak perlu melanjutkan simplifikasi administrasi supaya lebih mudah, efisien, dan cepat. Lalu yang ketiga, praktek perpajakan di lapangan musti dipastikan semua bisa berjalan dengan baik, satu penafsiran dan pemahaman," ujarnya.

Ia menambahkan Direktorat Jenderal Pajak perlu lebih memanfaatkan data dan informasi yang telah terkumpul hingga saat ini, agar berdampak pada penerimaan pajak. Sebab penerimaan pajak kerap terkendala tekanan global dan harga komoditas yang turun. Termasuk tidak ada pula potensi penerimaan pajak besar dari kasus tertentu.

Yustinus memperkirakan pencapaian target penerimaan pajak tahun ini agak berat. Ia meprediksi tahun ini negara hanya menerima pajak sebesar 88 persen atau hampir 1.400 triliun Rupiah, dari target lebih dari 1.500 triliun Rupiah.

"Ada potensi shortfall yang cukup lebar. Ini menurut saya perlu diantisipasi supaya tidak terlalu menekan defisit APBN, termasuk tidak terlalu memberatkan di tahun berikutnya, 2020," tambahnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik