Pasca-Penusukan Wiranto, Densus Tangkap 40 Terduga Teroris JAD

"Barang bukti cukup beragam mulai dari senjata tajam berbagai macam jenis, kemudian replika senjata dan airsoft gun. Kemudian ada bahan-bahan atau senyawa yang digunakan untuk merakit bom,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 18 Okt 2019 06:38 WIB

Author

Heru Haetami

Pasca-Penusukan Wiranto, Densus Tangkap 40 Terduga Teroris JAD

Mabes Polri menunjukkan barang bukti terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah di Bandung, Cirebon, Bekasi, Kamis (17/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Sebanyak 40 orang terduga teroris telah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sejak peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Juru Bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan sebagian besar terduga teroris itu tergabung jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).
 
“Sampai hari sudah 40 tindak pidana terorisme. Dari 40, ada 36 kemarin, hari ini ada empat yang diamankan,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/10/2019)
 
Juru Bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, terduga yang baru ditangkap Densus 88 tergabung dalam jaringan JAD Cirebon dan JAD Bekasi. Keempatnya ditangkap di Bandung, Cirebon dan Bekasi.

Baca: Densus Tangkap Pemimpin JAD Cirebon   

Dari keempat terduga didapatkan barang bukti berupa bahan peledak 8 switch swing bom, 146 air soft gun,  3 airsoft gun laras panjang, pistol, saron dan alat perakit bom. Selain senjata api dan senjata tajam, para terduga teroris juga memiliki buku yang berisi tentang ISIS dan imam mahdi.

"Barang bukti cukup beragam mulai dari senjata tajam berbagai macam jenis, kemudian replika senjata dan airsoft gun. Kemudian ada bahan-bahan atau senyawa yang digunakan untuk merakit bom," kata Dedi.


Bom Racun

Kepolisian menyebut terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) akan mengunakan bom racun untuk menyerang. Juru bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, Bahan yang digunakan seperti asam nitrat (HNO3), urea (CON₂H₄), methanol (CH₃OH), RDX (O₂NNCH₂)₃, dan  hexamethylene triperoxide diamine (HMTD) yang akan diracik dan dijadikan bom yang ditambah racun Abrin.

"Karakteristiknya cukup berbahaya dengan jumlah kurang lebih 0.7 mikrogram, racun ini dapat membunuh 100 orang. Kemudian racun jenis ini sampai dengan hari ini memang masih didalami oleh laboratorium forensik Polri didapat dari mana," ujar juru bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo di Humas Mabes Polri, Selasa (15/10/2019).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?