OTT Wali Kota Medan, KPK juga Periksa Kadis PU dan Protokoler

KPK turut mengamankan lima orang lainnya, termasuk dari pihak swasta. KPK juga mengamankan uang senilai Rp200 juta dalam OTT yang erat kaitannya, dengan dugaan setoran dari dinas-dinas kepada Wali Kot

BERITA | NASIONAL

Rabu, 16 Okt 2019 20:14 WIB

Author

Resky Novianto

OTT Wali Kota Medan, KPK juga Periksa Kadis PU dan Protokoler

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan yang akan menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto: KBR/Resky Novianto)

KBR, Jakarta - Selain Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isya Ansari yang juga terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK tiba di KPK, sekitar pukul 15.10 WIB, untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan pantauan KBR, Isya diantar menggunakan mobil KPK dengan pengawalan ketat dari petugas KPK.

Isya yang saat datang ke KPK mengenakan kaos berkerah, dibalut jaket berwarna biru merah putih. Ia tampak menenteng koper berjalan ke dalam gedung KPK.

Isya Ansari bersama Dzulmi Eldin terjaring OTT KPK pada Rabu (16/10/2019) dini hari.

Baca: OTT Suap, Wali Kota Medan Tiba di KPK

Selain keduanya, KPK turut mengamankan lima orang lainnya, termasuk dari pihak swasta. KPK juga mengamankan uang senilai Rp200 juta dalam OTT yang erat kaitannya, dengan dugaan setoran dari dinas-dinas kepada Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Menjawab pesan singkat KBR, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini, ketujuh orang yang terjaring OTT KPK masih berstatus sebagai terperiksa.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang terjaring OTT tersebut.

Baca juga: OTT Suap, KPK Bekuk Wali Kota Medan

Selain itu, KPK juga masih memburu satu orang staf protokoler Wali Kota Medan berinisial And, yang diduga membawa setoran Rp50 juta untuk Dzulmi Eldin.

And, berhasil melarikan diri saat tim KPK di lapangan, berusaha menangkap yang bersangkutan di Kota Medan.

"Tadi malam, sekitar pukul 21.25 WIB ketika tim KPK mendatangi rumah Kepala Dinas PU, terpantau sebuah mobil avanza silver yang  diduga dikendarai oleh staf protokol Wali Kota, And. Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit oleh tim, mobil berhenti, namun And tidak turun," kata Febri Diansyah.

Ia menyatakan, staf protokoler Pemkot Medan itu berhasil kabur, meski tim KPK, berusaha menghadang di depannya.

"Tim menghampiri mobil tersebut dan menyampaikan bahwa tim berasal dari KPK sekaligus menunjukkan ID (identitas KPK). Akan tetapi, pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak Tim KPK. Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan," tambah Febri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, KPK mengingatkan staf protokoler itu untuk menyerahkan diri, demi memudahkan proses penyidikan yang saat ini tengah berlangsung. KPK juga terus menelusuri keberadaan staf tersebut, yang diduga menerima aliran dana dari Kepala Dinas di Medan.

"Kami ingatkan pada seluruh pihak yang ada agar tidak mengambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap koperatif. Kepada And agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas," tambahnya.


Editor: Kurniati Syahdan
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15