Larang Demo saat Pelantikan Presiden, Ketua MPR: Demi Nama Baik Negara

"Ketika ada pihak-pihak yang akan menyampaikan pemberitahuan terkait unjuk rasa, kita akan ambil diskresi untuk tidak memberikan surat penerimaan itu."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Okt 2019 12:51 WIB

Author

Heru Haetami

Larang Demo saat Pelantikan Presiden, Ketua MPR: Demi Nama Baik Negara

Ketua MPR Bambang Soesatyo saat rapat di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Senin (14/10/2019). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

KBR, Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta mahasiswa tidak melakukan aksi demonstrasi saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober mendatang.

Bambang Soesatyo beralasan larangan demonstrasi itu lantaran tak ingin nama baik negara terlihat buruk di mata internasional.

"Kami serahkan itu pada pihak keamanan untuk mengantisipasinya. Saya berharap pada adik-adik di Badan Eksekutif Mahasiswa dapat memandu. Mari kita menjaga nama baik di mata internasional. Itu saja harapan saya," kata Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Larangan aksi demonstrasi tersebut berlaku mulai hari ini. Jika demonstrasi dilakukan, aparat keamanan akan menganggap aksi tersebut ilegal.

Larangan berlaku hingga Minggu 20 Oktober atau hingga hari pelantikan presiden.

Baca juga:

Kesepakatan TNI Polri


Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Pramono mengklaim keputusan tersebut merupakan kesepakatan Kodam Jaya dengan Polda Metro Jaya.

"Ketika ada pihak-pihak yang akan menyampaikan pemberitahuan terkait unjuk rasa, kita akan ambil diskresi untuk tidak memberikan surat penerimaan itu. Tujuannya agar situasi tetap kondusif," kata Gatot di Kompleks Parlemen, Jakarta Senin (14/10/2019).

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Eko Margiyono menyebutkan ada sebanyak 17 perwakilan negara asing yang sudah memastikan bakal hadir pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

"Ini adalah pekerjaan besar bangsa ini, akan ditonton oleh sementara ini ada delapan kepala negara yang akan hadir dan sembilan utusan khusus dari kepala negara. Jadi total 17 negara asing yang akan melihat. Di luar duta besar tentu saja," kata Eko di Kompleks Parlemen, Jakarta Senin (14/10/2019).

Siang ini, MPR menjadwalkan rapat bersama Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Menteri Luar Negeri, Menteri Sekretariat Negara, dan KPU. Bambang Soesatyo mengatakan, rapat bakal membahas situasi pengamanan di ring satu DPR saat pelantikan presiden.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15