Kontras Dorong Penghapusan Hukuman Mati

Hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi. Hukuman mati, bukan jawaban atau solusi yang terbaik untuk melakukan penghukuman.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Okt 2019 19:59 WIB

Author

Valda Kustarini

Kontras Dorong Penghapusan Hukuman Mati

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendorong agar pelaksanaan hukuman mati di Indonesia dihapuskan.

Menurut Koordinator Kontras Yati Andriyani, hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi. Hukuman mati, kata Yati, bukan jawaban atau solusi yang terbaik untuk melakukan penghukuman, sehingga penting dikritisi dan dievaluasi.

“Tiga tahun silam itu kontroversi soal hukuman mati itu sangat tinggi tapi sekarang kecenderungannya tidak terlalu tinggi dan itu bisa dilihat indikatornya ketika pemerintah dan parlemen membahas hukuman mati mereka bisa dengan cepat memilih jalan tengah tadi, tapi dengan persyaratan tertentu. Saya berharap itu jadi pintu masuk untuk upaya untuk penghapusan hukuman mati. Dan secara politik itu sangat dimungkinkan. Misalnya presiden melakukan moratorium untuk penerapan hukuman mati," kata Yati Andriyani di Novotel Cikini, Jakarta, Kamis (10/10).

Yati Andriyati juga menyayangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali melakukan eksekusi mati. Padahal, Indonesia memiliki potensi untuk segera menghapuskan penerapan hukuman mati.

Salah satu caranya, kata Yati, Mahkamah Agung sebagai struktur tertinggi di pengadilan mengeluarkan Peraturan MA untuk prinsip kehati-hatian dalam hukuman mati, yang nantinya bisa jadi panduan untuk para hakim dalam memberikan hukuman mati. 

"Memberikan alternatif lain sebagai langkah penghapusan hukuman mati. Salah satunya memberikan Kepala Lapas kesempatan melakukan assesment terhadap terpidana. Assesment itu bisa dijadikan rujukan terpidana mati untuk mendapatkan keadilan dan bisa mengubah hukuman yang diterima," jelasnya.

Selain itu, pelaksanaan hukuman mati di Indonesia masih memiliki sejumlah masalah.

"Misanya dalam sejumlah kasus yang diadvokasi Kontras, masih ditemukan dugaan proses peradilan yang tidak adil dalam proses eksekusi hukuman mati," pungkasnya.



Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun