Ketua PBNU: Gerakan Radikalisme di Indonesia Masuk Fase Darurat

"Harus segera ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakta tertentu, yang sudah dicurigai harus bisa ditangkap sebelum berbuat."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Okt 2019 16:15 WIB

Author

Adi Ahdiat

Ketua PBNU: Gerakan Radikalisme di Indonesia Masuk Fase Darurat

Ketua PBNU Said Aqil Siroj dalam seminar bertajuk 'Selamatkan Indonesia dari Radikalis, Teroris, dan Separatis' di Jakarta, Kamis (12/9/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menilai bahaya gerakan radikalisme di Indonesia sudah memasuki fase darurat.

"Sudah darurat. Harus segera ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakta tertentu, yang sudah dicurigai harus bisa ditangkap sebelum berbuat. Jangan kayak maling ayam, sudah mencuri baru ditangkap," kata Said usai menjenguk Wiranto di RSPAD Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (15/10/2019).

Ia pun mengingatkan bahwa tugas menghadapi radikalisme atau terorisme merupakan tugas seluruh masyarakat. "Bukan hanya Nahdlatul Ulama (NU), bukan hanya polisi, tetapi semuanya," kata Said.

"Kalau NU tugasnya kan kontra radikalisme dengan ajaran, dengan penyadaran. Kalau deradikalisasi, ya, BNPT. Yang nangkep Densus," katanya lagi.


Negara Terlalu Ramah pada Teroris

Sebelumnya, Ketua PBNU Said Aqil Siroj juga menilai negara terlalu ramah kepada penganut radikalisme dan pelaku terorisme.

"Saat ini Indonesia sudah darurat terorisme dan radikalisme, karena selama ini kita bersikap terlalu ramah kepada mereka. Maka demi menyelamatkan NKRI, menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia, maka sekecil apapun yang mereka lakukan (terorisme) harus ditindak tegas," kata Said, seperti dilansir Antara, Jumat (11/10/2019).

"Apa yang mereka lakukan adalah tindakan biadab dan tidak sesuai dengan agama apapun. Jadi kita harus lawan bersama. Apalagi mereka sudah berani terang-terangan," katanya lagi.

Mewakili NU, Said meminta kepolisian mengungkap dan menindak aktor intelektual di balik aksi-aksi teror di Indonesia.

"Kami Nahdlatul Ulama meminta aparat kepolisian harus mampu bertindak tegas terhadap radikalisme dan tidak boleh ada kesan negara kalah dalam menghadapi terorisme," ujarnya. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14