Jokowi Kembalikan Pendidikan Tinggi ke Kemendikbud

Pemindahan Direktorat Pendidikan Tinggi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, persis seperti lima tahun sebelumnya atau era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 23 Okt 2019 14:09 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Kembalikan Pendidikan Tinggi ke Kemendikbud

Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23/10/2019). (Foto ANTARA/Puspa P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengubah nomenklatur tiga kementerian pada periode kedua pemerintahannya.

Perubahan tersebut yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya menjadi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sedangkan, Kementerian Pariwisata berubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berganti menjadi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional.

"Dikti ada di bawah Kemendikbud," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (23/10/2019).

Pemindahan Direktorat Pendidikan Tinggi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, persis seperti lima tahun sebelumnya atau era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, Jokowi tak mengungkapkan alasan perubahan nomenklatur pada Kemenristek.

Hari ini, Jokowi melantik 34 menteri pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, yang terdiri dari empat menteri koordinator dan 30 menteri teknis.

Jokowi menempatkan eks Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro sebagai menteri riset dan teknologi. Sedangkan eks bos Go-Jek menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan, yang juga mengurusi pendidikan tinggi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik