Jokowi: Kabinet Kerja II Didominasi Nama Baru

"Ya adalah. Yang lama ada, yang baru banyak," kata Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 16 Okt 2019 16:15 WIB

Author

Dian Kurniati, Valda Kustarini

Jokowi: Kabinet Kerja II Didominasi Nama Baru

Presiden Joko Widodo bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali memberikan sedikit bocoran soal daftar menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja jilid II masa bakti 2019-2020.

Jokowi mengatakan akan mempertahankan beberapa nama dari Kabinet Kerja untuk melanjutkan pekerjaannya lima tahun mendatang. Namun, kata Jokowi, kabinetnya akan lebih banyak diisi tokoh baru.

"Ya adalah. Yang lama ada, yang baru banyak," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (16/10/2019).
"Persentasenya berapa?" tanya wartawan.
"Belum dihitung persentasenya," jawab Jokowi.
"Pengumumannya kapan?"
"Ya secepatnya setelah pelantikan."
"Nomenklatur kementerian sudah siap?"
"Ada yang baru," jawab Jokowi.

Jokowi tak menyebut nama menteri yang akan bertahan di kabinet. Demikian pula soal sosok nama baru pengisi kabinet, Jokowi sama sekali tak membocorkannya.

Jokowi hanya berjanji segera mengumumkan Kabinet Kerja jilid II usai pelantikan 20 Oktober 2019. Sebelumnya Jokowi berkata, pengumuman kabinet bisa diumumkan langsung setelah pelantikan, atau paling lambat sehari sesudahnya.

Tak libatkan KPK


Sejauh ini Presiden Joko Widodo tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upayanya menyisir nama-nama calon menteri.

Wakil Ketua KPK Laode Syarif mengatakan lembaganya tidak dilibatkan Presiden Joko Widodo dalam penyusunan kabinet baru Jokowi periode kedua.

Meski begitu, ia tidak mengkhawtirkan hal tersbut. Sebab, menurutnya Presiden Joko Widodo pasti telah memiliki pertimbangan tersendiri atas susunan menteri pilihannya.

"Kia tidak diikutkan. Tetapi kita berharap bahwa yang ditunjuk Presiden adalah orang-orang yang mempunyai track record bagus, dari segi integritas tidak tercela, dan kita berharap bahwa Presiden memilih nama yang betul-betul bersih, integritas yang baik dan profesional di bidang yang dia akan kerjakan," ujar Laode saat ditemui di Gedung lama KPK, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Laode mengatakan pertimbangn mengikutsetrakan KPK dalam pemilihan menteri merupakan prerogatif Presiden. Namun ia memastikan KPK pasti akan memberikan masukan bila diminta Presiden.

Pada periode sebelumnya, Presiden Joko Widodo melibatkan KPK dalam  penyusunan kabinet baru, meskipun masih ada Menteri yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Menurut rencana, pasangan capres dan cawapres terpilih hasil pemilihan umum Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dilantik pada Minggu (20/10/2019) pukul 14.30 WIB. Setelahnya akan diumumkan kabinet baru yang di antaranya diisi kalangan profesional dan anak muda.  

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15