Janji Poros Maritim Tidak Terwujud, KIARA Minta Menteri Diseleksi Ketat

“Para menteri yang dipilih harus memiliki kriteria atau kualifikasi yang sangat ketat, khususnya pada Menteri Kelautan dan Perikanan yang menjadi rumah bagi 2,7 juta nelayan tradisional."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 22 Okt 2019 16:06 WIB

Author

Adi Ahdiat

Janji Poros Maritim Tidak Terwujud, KIARA Minta Menteri Diseleksi Ketat

Perahu nelayan mendobrak gelombang tinggi saat berangkat melaut di Pantai Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Minggu (22/9/2019). (Foto: ANTARA/Iggoy)

KBR, Jakarta - Sejak tahun 2014 Pemerintahan Jokowi berjanji akan membangun Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia.

Tapi, menurut Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), sampai sekarang janji itu tidak kunjung terwujud.

"Dalam praktiknya, Poros Maritim Dunia tidak pernah terwujud, karena tidak berhasil menjadikan nelayan sebagai pilar utama," kata Sekjen KIARA Susan Herawati dalam rilisnya yang diterima KBR, Selasa (22/10/2019).

"Presiden dan Wakil Presiden harus melihat laut bukan sebagai objek investasi belaka, melainkan modal kekuatan kemajuan, dengan cara membangun kekuatan masyarakatnya,” tambah dia.


KIARA Minta Menteri Berkomitmen Kuat

KIARA lantas mendesak pemerintah agar menyeleksi menteri-menterinya dengan ketat, demi menuntaskan janji pembangunan Poros Maritim Dunia.

“Para menteri yang dipilih harus memiliki kriteria atau kualifikasi yang sangat ketat, khususnya pada Menteri Kelautan dan Perikanan yang menjadi rumah bagi 2,7 juta nelayan tradisional dan 3,9 juta perempuan nelayan,” tegas Susan.

Adapun kriteria Menteri Kelautan dan Perikanan yang diusung oleh KIARA adalah: 

  • Memiliki visi sekaligus komitmen kebaharian;
  • Bukan pelaku atau terlibat dalam praktik korupsi;
  • Bukan pelaku atau terlibat dalam praktik perusakan lingkungan;
  • Bukan pelaku atau terlibat dalam praktik pelanggaran HAM;
  • Bukan pelaku pelecehan terhadap perempuan;
  • Tidak memiliki konflik kepentingan dengan institusi lainnya;
  • Bukan pengurus aktif partai politik, dan;
  • Memiliki komitmen untuk menjaga kedaulatan bahari Indonesia.

“Visi sekaligus komitmen kebaharian adalah harga yang tak bisa ditawar-tawar," tegas Susan lagi.

Saat ini (22/10/2019) Presiden Jokowi tengah memanggil para calon menteri ke Istana Kepresidenan.

Kepastian susunan menteri-menteri periode 2019-2024 kemudian akan diumumkan pada Rabu (23/10/2019), dilanjutkan dengan pelantikan di hari yang sama.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12