IGI: Sekolah Negeri Kekurangan 1,1 Juta Guru

"Jika Nadiem tidak sanggup menuntaskan masalah guru, maka jangan pernah berharap pendidikan akan lebih baik."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 31 Okt 2019 16:16 WIB

Author

Adi Ahdiat

IGI: Sekolah Negeri Kekurangan 1,1 Juta Guru

Kegiatan belajar-mengajar di tenda pengungsian korban gempa Maluku, Pulau Haruku, Maluku Tengah, Rabu (9/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengklaim jumlah kekurangan guru pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah-sekolah negeri mencapai 1.141.176 guru. 

"Menteri baru Nadiem Makarim harus berjuang ekstra keras terkait ketersediaan guru ini," kata Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim, seperti dilansir Antara, Rabu (31/10/2019).

Selain kekurangan tenaga pendidik, IGI juga menilai sektor pendidikan Indonesia bermasalah karena banyak guru tidak sejahtera.

"Jika pendidikan kita terus menerus dibiarkan dikelola oleh orang-orang yang status gurunya tidak jelas dan pendapatannya di bawah Rp150.000 per bulan, maka 'lompatan' yang dijanjikan tak akan pernah terwujud," kata Ramli.

Menurut IGI masih ada sekitar satu juta guru yang belum punya status dan pendapatan jelas.

"Jika terkait data perbandingan siswa dan guru, satu juta guru yang status dan pendapatannya tidak jelas ini akan digunakan sebagai 'data pemanis'. Tapi jika berbicara status dan pendapatan, mereka diabaikan," kata Ramli.

"Jika Nadiem tidak sanggup menuntaskan masalah guru, maka jangan pernah berharap pendidikan akan lebih baik. Apalagi masalah utama kita hari ini ada pada pendidikan dasar dan pendidikan vokasi atau kejuruan," kata dia lagi.


Menunggu Langkah Nadiem

Sampai saat ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru, Nadiem Makarim, belum mengumumkan apapun terkait rencana kerjanya lima tahun ke depan.

Namun, dalam peringatan Sumpah Pemuda kemarin (28/10/2019), Mendikbud Nadiem sempat menyatakan visinya dalam mendidik pemuda Indonesia.

"Tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/10/2019).

"Pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional," tegasnya.

"Kita mungkin tersandung-sandung, kita mungkin jatuh, tapi kita tidak akan tiba di tujuan kalau kita tidak melangkah bersama. Dunia ini ada di tanganmu. Asal kita berani melangkah, kita tak akan pernah kalah. Salam pemuda," kata dia lagi.

Editor: Sindu Dharmawan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14