Hasil Final Investigasi Lion Air Jatuh, Keluarga Tak Puas dengan KNKT

"Yang kami harapkan itu seharusnya ada penjelasan siapa yang salah. Operatornya atau siapa? Tetapi ini tidak ada penjelasannya,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Okt 2019 08:24 WIB

Author

Heru Haetami

Hasil Final Investigasi Lion Air Jatuh, Keluarga Tak Puas dengan  KNKT

Kotak hitam (black box) berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang berhasil ditemukan di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta-  Keluarga korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air Boing 737 MAX 8 mengatakan tidak puas dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Salah satu keluarga korban Epi Samsul Komar mengatakan hasil investigasi KNKT tidak menjawab keresahan keluarga korban atas penyebab terjadinya kecelakaan pesawat yang terjadi di perairan Tanjung Pakis Karawang Jawa Barat itu.

"Kalau dikatakan puas ya tidak puas. Tidak puas. Cuma  itu hasilnya ya sudah. Sudah terjadi ya kita terima," kata Epi saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (23/10).

Keluarga korban lainnya Anton Sahadi mengatakan pertemuan yang tujuannya melaporkan hasil final investigasi KNKT itu dinilai keluarga korban lainnya sia-sia. Menurut Anton laporan final KNKT tersebut tidak menunjukan temuan baru dari hasil sebelumnya. Sehingga informasi-informasi yang diharapkan keluarga korban tidak ada.

"Yang kami harapkan itu seharusnya ada penjelasan siapa yang salah. Operatornya atau siapa? Tetapi ini tidak ada penjelasannya," kata Anton di lokasi yang sama.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim masih melakukan upaya untuk menemukan permasalahan dan penyebab kecelakaan itu terjadi. Selain itu, Budi mengklaim pemerintah terus berusaha mencari informasi yang sahih.

"Tetap melakukan tindakan yang sistematis dan detail. Jangan sampai kami tidak mempelajari case-nya. Kita tetap tenang dan harus fokus untuk mempelajari dan menemukan hasil permasalahan ini," ujar Budi

Lion Air JT 610 jenis Boeing 737 Max 8 yang membawa lebih dari 180 penumpang itu mengalami kecelakaan setelah hilang kontak di perairan Karawang, Jawa Barat, 26 Oktober 2018 lalu. Pesawat nahas itu sedianya mengangkut penumpang dari Jakarta menuju Bangka. Seluruh awak dan penumpang tewas.


Baca juga:

Pada awal tahun ini, Presiden Joko Widodo meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera menemukan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air PK-LPQ setelah cockpit voice recorder (CVR) atau rekaman di pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang ditemukan.

Menurutnya, penyebab kecelakaan Lion Air sangat penting diketahui, agar kejadian serupa tak terulang.

"Kita sangat menghargai penemuan CVR yang ditemukan oleh Kopaska, sehingga ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaaan pesawat, yang kemarin ini terjadi disebabkan oleh apa. Kita bisa membuka, bisa terang benderang nanti, kalau ini sudah ditemukan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (14/01/2019).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme