Ekonom Chatib Basri Ingatkan Tantangan RI 5 Tahun ke Depan

"Salah satu yang saya kira perlu tingkatkan beberapa tahun ke depan adalah perbaikan produktivitas."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 22 Okt 2019 11:31 WIB

Author

Muthia Kusuma

Ekonom Chatib Basri Ingatkan Tantangan RI 5 Tahun ke Depan

Ilustrasi buruh pekerja industri garmen. (Foto: setkab.go.id/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Ekonom senior Universitas Indonesia, Chatib Basri mengingatkan pemerintah akan tantangan perekonomian di Indonesia lima tahun ke depan.

Bekas Menteri Keuangan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini menilai kondisi eksternal tidak kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dalam kondisi itu, pemerintah mempunyai tantangan agar tidak salah dalam mengambil kebijakan yang antisipatif dan gesit.

Chatib mendorong pemerintah meningkatkan produktivitas perekonomian agar pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat hingga 7-8 persen.

Kata Chatib, strategi untuk menggenjot produktivitas adalah dengan konsolidasi sektor keuangan, menumbuhkan industrialisasi dan menyelesaikan permasalahan minyak bumi dan gas.

"Lalu yang ketiga, setiap ada kesempatan yang bisa kita gunakan, kita harus usahakan. Salah satu yang saya kira perlu tingkatkan beberapa tahun ke depan adalah perbaikan produktivitas. Kuncinya, nomor satu adalah industrialisasi, kemudian institusi yang baik, kemudian juga konsolidasi yang baik di dalam lembaga keuangan," kata Chatib di Jakarta, Senin, (21/10/2019).

Chatib mengutip pandangan ekonom INDEF Faisal Basri dalam buku terbarunya yang menyebut dibutuhkan rasio investasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sampai 6,2 persen untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi 1 persen.

Artinya, dibutuhkan rasio investasi hingga 37 persen terhadap PDB untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi enam persen. Namun rasio investasi itu dinilai terlalu boros.

"Isu kita bukan karena investasinya kurang tinggi. Tetapi yang jadi masalah adalah untuk mendapatkan pertumbuhan 1 persen ekonomi, dibutuhkan 6,2 persen investasi terhadap PDB. Bagaimana mengatasinya?
Yang mesti dilakukan adalah bagaimana menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan kebutuhan modal yang lebih kecil. Satu persen, kalau hanya butuh 4 persen misalnya, itu bagus sekali. Kita akan produktif. Apa argumen yang dipakai? Isu mengenai korupsi, boros dan lainnya," ucap Chatib.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18