Diprotes Masyarakat Maluku, Wiranto Minta Maaf

Wiranto meminta maaf di hadapan beberapa perwakilan masyarakat Maluku yang datang dan sempat berdialog dengannya di Kementerian Polhukam.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 04 Okt 2019 18:06 WIB

Author

Dwi Reinjani

Diprotes Masyarakat Maluku, Wiranto Minta Maaf

Menkopolhukam Wiranto. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta maaf kepada seluruh masyarakat Ambon, Maluku. Permintaan maaf diajukan terkait pernyataannya sebelumnya yang menyebut pengungsi korban gempa menjadi beban pemerintah. Ia berdalih, pernyataan yang dikeluarkannya itu menyikapi hoaks atau kabar bohong yang beredar tentang gempa dan tsunami susulan yang bakal terjadi di sana. 

“Maka dalam kesempatan ini saya sampaikan bahwa, kalau ada ucapan, ada kalimat-kalimat yang saya sampaikan apabila dirasa mengganggu perasaan di Maluku atau terdampak, atau katakanlah dianggap menyakiti hati dan sebagainya. Itu pasti bukan karena saya sengaja untuk menyakiti hati ataupun menyinggung perasaan masyarakat Maluku. Tapi, apabila ada yang tersinggung ada yang sakit hati, secara resmi saya minta dimaafkan,” ucap Wiranto, di kantornya, Jumat (04/10/2019).

Wiranto meminta maaf di hadapan beberapa perwakilan masyarakat Maluku yang datang dan sempat berdialog dengannya di Kementerian Polhukam. Perwakilan masyarakat Maluku itu mengklaim menjadi perwakilan warga di sana, dan telah meluruskan kesalahpahaman tersebut. Bahkan salah satu di antaranya mengatakan bahwa Wiranto tidak harus meminta maaf secara resmi. 

Perwakilan yang diundang di antaranya berprofesi sebagai pengacara, pengusaha, aktivis dan bekas anggota militer, seperti Waidi Marasabesi dan Mahkta Maela. Wiranto mengatakan mereka adalah orang-orang yang sempat dekat dengan dirinya.

Usai meminta maaf, Wiranto tetap mengimbau agar pemerintah daerah memberi sosialisasi kepada masyarakat yang masih mengungsi di beberapa lokasi untuk kembali. Sebab menurut Wiranto, kondisi di pengungsian tidak memadai. Selain itu, ia menegaskan bahwa isu gempa susulan dan tsunami tidak ada dan hanya kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

“Jaminan kesehatan, sanitasi, hygiene, penyakit menular itu menjadi problem pengungsian. Itu problem yang sulit lagi untuk pengungsi,” pungkasnya.

Editor: Sindu Dharmawan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14