Demokrat: AHY Siap Jadi Menteri

"Mas AHY saya pikir yang paling menonjol saat ini, sebagai representasi dari generasi milenial Indonesia, yang merupakan kader yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin kedepan,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Okt 2019 07:27 WIB

Author

Heru Haetami, Resky Novianto

Demokrat: AHY Siap Jadi Menteri

Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat pembekalan Anggota DPR di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, merupakan kader paling menonjol. Menurut Syarief, AHY merupakan sosok yang merepresentasikan generasi milenial idaman yang berkarakter.

Kata dia, AHY pun siap bila memang nantinya ditunjuk oleh Presiden, masuk ke dalam kabinet Indonesia Kerja Jilid II.

"Sekali lagi saya katakan, Partai Demokrat kan sudah berpengalaman. Jadi kader-kadernya sudah terbentuk dan tentunya kalau diminta Partai Demokrat siap memberikan yang terbaik. Memang Mas AHY saya pikir yang paling menonjol saat ini, sebagai representasi dari generasi milenial Indonesia, yang merupakan kader yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin kedepan, tentunya beliau siap," ucap Syarief Hasan di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
 
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat ini juga menilai, putra sulung Presiden Keenam tersebut juga mumpuni untuk menjadi pemimpin di masa depan.  Kendati demikian, Syarief mengatakan partainya tak akan memaksakan ataupun meminta Jokowi memilih AHY, masuk dalam kabinetnya dan menyerahkan keputusan hak prerogatif kepada Presiden.

"Jadi kami tinggal menunggu siapa yang akan dipilih untuk membantu beliau dan di kementerian-kementerian apa tentunya ini kami serahkan kepada beliau,” ujar Syarief.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan partainya siap apabila diminta Presiden Jokowi menyiapkan kader untuk mengisi posisi di Kabinet Indonesia Kerja jilid II. 

Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah adanya tawaran dan permintaan mengisi pos Kementerian Polhukam dan Pertahanan pada partainya.  Dasco mengklaim komunikasi antara partainya dengan pemerintah sebatas penyampaikan konsep-konsep di antaranya pertahanan.

"Saya klarifikasi bahwa tidak ada pembicaraan mengenai Menteri Pertahanan atau Menko Polhukam. Baik Ditawarkan ataupun meminta," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/10).

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, jika konsep pertahanan dalam bidang pertanian itu diterima. Dirinya tidak mengelak bahwa Partai Gerindra mengincar pos Kementerian Pertanian.

"Ya, Kalau diterima (konsepnya) ya mungkin pos itu (Kementan) yang diberikan. Kan kami juga tidak bisa minta-minta. Ini hak prerogatif presiden," kata Dasco.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut beberapa posisi strategis dalam pos kementerian yang memungkinkan diberikan pada Partai Gerindra. Fadli menyebutkan salahsatu posisi strategis untuk partainya adalah Menteri Pertahanan.

"Ya mungkin Menhan juga termasuk yang strategis, tapi sekali lagi Gendrira tidak pada posisi meminta-minta jatah menteri dan sebagainya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Minta nasihat

Pada September lalu, Presiden Joko Widodo menggundang cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii ke Istana. Jokowi meminta nasihat Buya Syafii soal penyusunan kabinet pada periode kedua pemerintahannya.

Kepada Jokowi, Syafii berpesan agar memilih menteri yang berkualitas, yakni memiliki kompetensi, setia, dan tak akan membikin pemerintahan kacau.

Menurut Syafii, Jokowi harus memilih tokoh terbaik sebagai menteri, agar bisa bekerja profesional dalam pemerintahannya.

"Presiden tentu tahu seperti apa. Jadi ada persoalan integritas, kompetensi, profesionalisme. Boleh dari partai, enggak apa-apa. Tapi yang setia kepada presiden. Jangan yang bikin kacau," kata Syafii di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/09/2019).

Syafii tak mempermasalahkan jika ada menteri dari partai politik. Menurutnya, partai politik juga mungkin punya tokoh profesional yang layak menjadi menteri.

Namun, ia mengingatkan Jokowi selektif memilih, agar tak mengangkat menteri yang suka menyebabkan keributan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Hari Hak Asasi Manusia, Apa yang Diinginkan Keluarga Korban Pelanggaran HAM?

Kabar Baru Jam 8

Kelas Multikultural, Ruang Keberagaman dari Tanah Sunda

Kabar Baru Jam 7

Arab Saudi Hapus Aturan Pemisahan Gender di Restoran dan Kafe