Bursa Kabinet, Erick Thohir Harap Jokowi Pilih yang Berkeringat

"Saya selalu bilang siapa pun yang terpilih saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin, dan yang penting punya track record yang baik untuk menyelesaikan ini,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 18 Okt 2019 11:33 WIB

Author

Dian Kurniati, Valda Kustarini

Bursa Kabinet, Erick Thohir Harap Jokowi Pilih yang Berkeringat

Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto usai bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). (Foto: Istana)

KBR, Jakarta- Eks-Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Erick Thohir, menginginkan Kabinet Kerja II diisi tokoh-tokoh yang ikut memenangkan pasangan tersebut pada Pilpres 2019. Erick beralasan, tokoh-tokoh yang memenangkan Jokowi sudah terbukti kompak, sehingga bisa bekerja sama untuk memajukan negara.

Meski demikian, menurut Erick, susunan kabinet adalah hak prerogatif Jokowi sebagai presiden, dengan tetap memperhitungkan rekam jejak tokoh kandidat menteri.

"Itu semua hak beliau. Yang penting, hasil surveinya juga cukup menggelitik, dan itu apresiasi dari masyarakat. Juga jangan berpikir, 'Wah Pak Erick menjilat ludah sendiri'. Saya selalu bilang siapa pun yang terpilih saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin, dan yang penting punya track record yang baik untuk menyelesaikan ini," kata Erick di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (17/10/2019).

Erick menilai, kabinet Jokowi-Maruf harus diisi oleh tokoh yang memahami berbagai tantangan di masa datang. Misalnya di bidang ekonomi, kata Erick, masih ada tantangan berupa perang dagang Amerika Serikat dan China, sehingga akan sulit mempertahankan pertumbuhan di level 5 persen.

Erick juga memberi sinyal tengah mengincar kursi sepala staf presiden atau ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Menurut Erick, banyak lembaga survei yang memprediksinya cocok menempati jabatan tersebut, selain pos Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pertahanan. Ia juga mengklaim profesional dan memahami manajemen, untuk merapikan sistem pada pemerintahan. 

Rapimnas Gerindra

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan tiga sikap partai Gerindra  dalam Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Partai Gerindra di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Rabu (16/10). Melalui Juru Bicaranya  Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo sudah menyerahkan konsep dorongan besar terkait ekonomi, dengan semangat ketahanan pangan, energi dan keamanan kepada Presiden Joko Widodo.

Dahnil menuturkan Gerindra mempersilakan Presiden Joko Widodo jika ingin menggunakan konsep tersebut.

"Pak Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara, bersilaturahim dan berkomunikasi untuk musyawarah dan mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara," kata Dahnil Azhar di Bukit Hambalang, Bogor, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia,  jika pemerintah tidak menggunakan konsep yang diserahkan Prabowo, maka Gerindra tetap bekerja sesuai dengan konsep tersebut. Dahnil juga mengklaim bahwa kader akan mengikuti sikap Prabowo.

Rapimnas dan Apel Partai Gerindra dilaksanakan di kediaman Prabowo Subianto di Hambalang. Dahnil mengklaim ada sekitar 2000 orang yang datang ke kegiatan ini.

Politikus Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyatakan, partainya tidak pernah meminta-minta "jatah" menteri di Kabinet Jokowi periode kedua. Hal itu disampaikannya, menanggapi pertanyaan wartawan soal pernyataan sikap politik Prabowo Subianto yang terkesan tidak gamblang apakah akan masuk ke koalisi atau jadi oposisi.

Ahmad Riza Patria menyatakan, Gerindra bakal menghormati seluruh pilihan Jokowi.

"Pak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra tidak pernah berubah sikapnya, kami tidak dalam posisi meminta-minta atau menawarkan, apalagi ikut campur atau mengintervensi. Semuanya menjadi kewenangan presiden terpilih. Sikap Gerindra siap membantu sebagaimana Pak Prabowo sampaikan, apabila pemerintah memerlukan, negara memerlukan Pak Prabowo dan Gerindra siap membantu," kata Riza di Kompleks Parlemen RI, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, kata Ahmad Riza, Gerindra percaya bahwa di periode kedua, Jokowi sudah lebih paham siapa yang bakal cocok mengisi kursi menteri-menteri di kabinetnya. Ia meyakini menteri Jokowi nanti bakal mewakili berbagai elemen masyarakat.

"Dalam periode kedua, Pak Jokowi sudah lebih memahami dan mengerti. Pasti akan mengisi orang-orang terbaik apakah dari partai politik, dari profesional, atau dari semua perwakilan laki-laki, perempuan, mewakili etnis suku, daerah, provinsi, latar belakang, maupun agama. Saya kira sudah dipertimbangkan dengan masak untuk mencapai kemajuan lima tahun mendatang," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15