BPS: Ekspor September 2019 Turun karena Ketidakpastian Global

"Kita bandingkan dengan posisi Januari-September 2018, berarti total ekspor kita menurun 8 persen. "

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Okt 2019 13:12 WIB

Author

Muthia Kusuma

BPS: Ekspor September 2019 Turun karena Ketidakpastian Global

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo 2, Jakarta, Senin (16/9/2019). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor September 2019 mencapai US$ 14,10 miliar atau menurun 1,29 persen dibanding ekspor Agustus 2019.

Demikian juga bila dibanding September 2018 menurun 5,74 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyoroti penurunan ekspor September 2019 dibanding ekspor Agustus 2019 disebabkan turunnya ekspor nonmigas sebesar 1,03 persen. Ekspor nonmigas turun dari US$13.406,4 juta menjadi US$13.267,6 juta.

Demikian juga ekspor migas turun 5,17 persen dari US$ 875,3 juta menjadi US$ 830,1 juta.

"Kalau kita lihat nilai kumulatif selama Januari sampai September 2019, total nilai ekpor kita adalah sebesar 124,17 miliar US Dollar. Kita bandingkan dengan posisi Januari-September 2018, berarti total ekspor kita menurun 8 persen. Seperti saya sampaikan perekonomian global sedang mengalami ketidakpastian, begitu juga berpengaruh pada perekonomian di Indonesia," kata Kecuk, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa, (15/10/2019).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menambahkan, penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor minyak mentah 33,65 persen menjadi US$ 94,7 juta dan ekspor gas 11,04 persen menjadi US$ 505,8. Sedangkan ekspor hasil minyak meningkat 39,90 persen menjadi US$ 229,6 juta.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-September 2019 mencapai US$124,17 miliar atau turun 8,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Demikian juga ekspor kumulatif nonmigas mencapai US$114,75 miliar atau menurun 6,22 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2019 terhadap Agustus 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$272,4 juta. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 267,0 juta.

Komoditas lainnya yang juga menurun nilai ekspornya adalah kendaraan dan bagiannya sebesar US$85,1 juta atau 10,32 persen. Pakaian jadi bukan rajutan US$78,2, karet dan barang dari karet US$58,2 juta, serta mesin/peralatan listrik US$51,0 juta.  

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengelolaan Januari-September 2019 turun 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 7,41 persen.

Namun, ekspor hasil pertanian naik 2,88 persen yang disebabkan oleh miningkatnya ekspor kopi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14