Bertemu PM Belanda, Jokowi Minta Dukungan Lawan Diskriminasi Sawit di Eropa

"Dalam konteks ini, saya sampaikan kembali, concern Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Okt 2019 13:39 WIB

Author

Dian Kurniati

Bertemu PM Belanda, Jokowi Minta Dukungan Lawan Diskriminasi Sawit di Eropa

Buruh kerja memanen kelapa sawit di perkebunan kawasan Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Bogor- Presiden Joko Widodo meminta dukungan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte untuk melawan diskriminasi produk kelapa sawit di Uni Eropa, yang terjadi setahun terakhir. Hal itu Jokowi katakan saat menerima kunjungan resmi Mark Rutte di Istana Bogor.

Jokowi mengatakan, semua negara harus kompak bekerja sama menghadapi berbagai tantangan perekonomian dunia, termasuk dalam memperdagangkan produk kelapa sawit. Jokowi juga mengklaim kelapa sawit Indonesia telah diproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Di tengah kondisi perekonomian dunia yang mengalami tren pelemahan, kita perlu berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi dengan banyak mitra, termasuk dengan Belanda. Di bidang perdagangan, kita sepakat terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan fair. Dalam konteks ini, saya sampaikan kembali, concern Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (07/10/2019).

Jokowi mengatakan, kerja sama Indonesia dan Belanda akan terus diperkuat dengan menggunakan kerangka kemitraan komprehensif, yang sudah dimiliki oleh kedua negara. Misalnya dari segi perdagangan, Belanda merupakan importir terbesar produk kelapa sawit di Uni Eropa.

Kata Jokowi, Indonesia-Belanda juga sudah meneken kerja sama pengembangan kapasitas petani kecil sawit untuk menghasilkan kelapa sawit yang lestari, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, September lalu. Ia meyakini, perbaikan produksi kelapa sawit akan memperbaiki ekspor ke Eropa, yang sempat anjlok sekitar 30 persen pada awal tahun ini.

Jokowi menyebut Belanda sebagai salah satu mitra penting perekonomian Indonesia di Eropa, baik di bidang  perdagangan, investasi, maupun pariwisata. Ia berkata, Belanda menjadi mitra perdagangan nomor dua terbesar di Uni Eropa, sekaligus mitra investasi terbesar dan mendatangkan wisatawan nomor empat terbesar dari Eropa. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran

Wildan: Interaksi Langsung dengan Orang yang Berbeda Tumbuhkan Empati

Kabar Baru Jam 14

Bersama Merawat Toleransi Negeri