Belajar dari Bencana Palu, Badan Geologi ESDM Rilis Atlas Zona Likuefaksi

"Belajar dari pengalaman kebencanaan terbaru di Palu, Sigi dan Donggala, bangsa Indonesia diingatkan untuk senantiasa waspada terhadap ancaman bahaya yang ada di sekitarnya."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Okt 2019 13:29 WIB

Author

Adi Ahdiat

Belajar dari Bencana Palu, Badan Geologi ESDM Rilis Atlas Zona Likuefaksi

Sisa-sisa bangunan yang hancur akibat bencana likuefaksi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah (27/9/2019). (Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah)

KBR, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia pada Rabu (9/10/2019).

Menurut Kepala Badan Geologi ESDM Rudy Suhendar, atlas itu berguna untuk menyiapkan langkah mitigasi bencana di sejumlah daerah rawan likuefaksi.

"Peta ini merupakan informasi awal yang dapat dipergunakan bagi perencanaan penataan ruang berskala regional," kata Rudy seperti dilansir situs Kementerian ESDM, Rabu (9/10/2019).

"Wilayah perkotaan cukup banyak berkembang di atas daerah dengan kondisi tersebut (rawan likuefaksi) seperti Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Yogyakarta, Palu, dan lainnya," lanjutnya.

Badan Geologi ESDM menjelaskan, bencana likuefaksi merupakan bencana turunan dari gempa bumi.

"Guncangan gempa menyebabkan tanah kehilangan kekuatan gesernya dan berperilaku serupa fluida (cairan). Peluluhan tanah yang terjadi di Palu setahun yang lalu, turut memicu pergerakan dan deformasi tanah permukaan, yang merusak bangunan-bangunan dan pada akhirnya menimbulkan banyak korban jiwa," jelas Rudy.

"Belajar dari pengalaman kebencanaan terbaru di Palu, Sigi dan Donggala, bangsa Indonesia diingatkan untuk senantiasa waspada terhadap ancaman bahaya yang ada di sekitarnya, baik ancaman bencana utama maupun bahaya ikutannya (collateral hazard)," lanjut Rudy.


Baca Juga: Setelah Setahun, Korban Gempa Palu Akhirnya Terima Bantuan Perumahan 1,9 T


Penelitian Likuefaksi Sejak 1990

Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia dibuat berdasarkan penelitian Badan Geologi ESDM sejak 1990.

Sampai tahun 2018 kemarin, Badan Geologi ESDM mengaku sudah meneliti potensi likuefaksi di berbagai wilayah, yaitu:

  • Padang
  • Bengkulu
  • Pidie Jaya
  • Meulaboh
  • Yogyakarta
  • Banyuwangi
  • Denpasar
  • Lombok
  • Maumere
  • Palu
  • Gorontalo

"Di tahap awal ini, Peta Kerentanan Likuefaksi Indonesia memberi gambaran sebaran daerah-daerah yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tertentu. Penilaian kerentanan likuefaksi didasarkan pada tingkat kerusakan yang mungkin terjadi pada permukaan tanah relatif antara satu daerah terhadap daerah lainnya," jelas Rudy dalam rilisnya.

Badan Geologi ESDM pun menyatakan akan terus melakukan pemuktahiran peta secara berkelanjutan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun