Wapres Minta Swasta Terlibat Mitigasi Bencana

Selama ini aset negara dibuat tanpa perlindungan resiko fiskal akibat bencana. Kalau jembatan rusak ya rusak diganti lagi. Kalau gedung pemerintah rusak, ya sudah, gantikan saja. Semua jadi beban APBN

BERITA | NASIONAL

Rabu, 10 Okt 2018 14:58 WIB

Author

Ria Apriyani

Wapres Minta Swasta Terlibat Mitigasi Bencana

Wakil Presiden, Jusuf Kalla. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan diperlukan skema pembiayaan baru dengan melibatkan swasta seperti asuransi untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap penanganan bencana ini.

"Memang tidak mudah meyakinkan masyarakat dan pemerintah. Selama ini aset negara dibuat tanpa perlindungan resiko fiskal akibat bencana. Kalau jembatan rusak ya rusak diganti lagi. Kalau gedung pemerintah rusak, ya sudah, gantikan saja. Semua jadi beban APBN," kata Kalla saat mengisi dialog Pembiayaan Bencana dengan World Bank di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Wapres Jusuf Kalla mengakui, bencana gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah yang terjadi dalam waktu berdekatan cukup membebani anggaran negara.

Pada bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah, terdapat 2.000 sekolah, jembatan dan gedung pemerintah hancur. Selain itu, ada 60.000 rumah warga yang butuh direkonstruksi.

Jusuf Kalla menambahkan, perlu ada skema khusus untuk melibatkan  swasta untuk rehabilitasi dan rekonstruksi gempa ini.

"Tentu kita tidak ingin semua jadi bagian beban APBN. Kita juga tidak mau tergantung terus dari bantuan luar negeri," tambahnya.

Baca: Buruknya Mitigasi Bencana Alam 


Editor: Kurniati


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun