Presiden: Masyarakat Indonesia Harus Waspada Bencana

"Kita punya pengalaman di Aceh gempa dan tsunami, pernah gempa besar di Padang, gempa besar juga di Yogyakarta, pernah juga di NTB ini tahun 1978 gempa besar, di Palu dan Donggala juga baru saja"

BERITA , NASIONAL

Jumat, 19 Okt 2018 15:21 WIB

Author

Ria Apriyani

Presiden: Masyarakat Indonesia Harus Waspada Bencana

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) berbincang dengan warga yang melakukan pencairan dana bantuan korban terdampak gempa di NTB. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap bencana gempa dan tsunami.

Sebagai negara yang terletak di lingkaran cincin api, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki sejarah bencana yang panjang. Di antaranya gempa berkekuatan besar di Aceh, Padang dan Jogjakarta. 

"Kita punya pengalaman di Aceh gempa dan tsunami, pernah gempa besar di Padang, pernah gempa besar juga di Yogyakarta, pernah juga di NTB ini tahun 1978 gempa besar, di Palu dan Donggala juga baru saja. Ini harus diketahui masyarakat sehingga kita harus tetap hati-hati dan waspada terhadap gempa," kata Jokowi di Lombok, Kamis (19/10/2018).

Jokowi juga meminta agar tata ruang kota di daerah yang dilewati cincin api dikaji ulang.

Selain itu, daerah yang rawan bencana gempa, sebaiknya tidak dibangun hunian. "Kalau bisa, dipindah. Kalau tidak bisa ya bangunannya itu harus tahan gempa. Bukan membangun rumah semaunya," tambah Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia ini menyarankan masyarakat menggunakan rancangan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA di desain untuk pembangunan kembali rumah-rumah di NTB.

Baca juga:

Presiden juga meminta agar masyarakat mendapatkan pelatihan tanggap bencana, sehingga penanganan kelak bisa lebih terkoordinasi. "Dan tidak menimbulkan kepanikan," sambung Jokowi.


Editor: Kurniati


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Bagaimana Kedaulatan Perempuan atas Tanah bila RUU Pertanahan Disahkan?

Kabar Baru Jam 13

Penolakan RUU Pertanahan di Hari Tani