Pertemuan IMF-World Bank Boroskan Anggaran, Ini Bantahan Jokowi

"Annual meeting jadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak citra baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu"

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Okt 2018 16:11 WIB

Author

Anugrah Andriansyah

Pertemuan IMF-World Bank Boroskan Anggaran, Ini Bantahan Jokowi

Presiden Jokowi ketika hadir di Dies Natalis Universitas Sumatera Utara. Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

KBR, Medan- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menepis pernyataan dari mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli yang mengatakan jika anggaran Rp830 miliar untuk menggelar pertemuan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank terlalu besar.

Jokowi menilai banyak hal positif bagi Indonesia dari digelarnya pertemuan IMF-World Bank.

"Ini yang perlu saya sampaikan bahwa annual meeting sebesar itu 15 ribu yang datang jadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata Jokowi di Medan, Senin (8/10).

Jokowi yang hadir dalam Dies Natalis Universitas Sumatera Utara (USU) itu juga menyebut jika anggaran yang untuk pertemuan IMF-World Bank sebagian digunakan dalam pembangunan infrastruktur di Bali. Misalnya anggaran itu dipakai untuk memperluas tempat parkir pesawat (apron) di Bandara Ngurah Rai, Bali.

"Dipakai untuk membuat terowongan (underpass) di persimpangan bandara Ngurah Rai, sehingga tidak macet. Artinya itu juga nanti setelah ini akan kita gunakan terus. Terowongannya juga akan digunakan terus, kemudian apron untuk parkir pesawat juga dipakai, bukan sesuatu yang hilang," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi berharap, digelarnya pertemuan IMF-World Bank di Bali mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempromosikan pariwisata di Indonesia.

"Bahwa mereka (peserta) membiayai dirinya sendiri. Hotel dan makan juga biaya sendiri. Kita harapkan justru akan memperkuat promosi untuk Bali dan tempat wisata yang ada di Indonesia. Sama ini kok seperti pertemuan-pertemuan besar yang lain, jadi rebutan semua negara," jelasnya.

Tidak sampai di situ, Jokowi juga menuturkan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pertemuan IMF-World Bank.

Menurutnya, sampai saat ini pertemuan IMF-World Bank yang dijadwalkan 8 hingga 14 Oktober di Bali sudah pada posisi yang siap.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Ekonomi Prabowo-Sandi, Rizal ramli menilai, biaya pertemuan itu terlalu besar.

Apalagi, kata dia, Indonesia tengah diliputi bencana seperti gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Rizal Ramli mendesak pemerintah agar melakukan sejumlah penghematan anggaran pertemuan IMF-World Bank untuk kemudian dialihkan membantu warga terdampak bencana di Sulawesi dan Lombok. 


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes