Share This

Penyidik Diperiksa Polisi, Jubir KPK: Pemeriksaan Disetujui Pimpinan

Salah satu poin yang didalami adalah peristiwa 7 April 2017 yang berkaitan dengan barang bukti perkara suap pengusaha Basuki Hariman.

BERITA , NASIONAL

Senin, 22 Okt 2018 23:13 WIB

Ilustrasi: Name sign Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lobby gedung merah putih, Kuningan, Jakarta. (Foto: ANTARA/ Indrianto E)

KBR, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  mengizinkan Polda Metro Jaya memeriksa salah satu penyidiknya, Senin (22/10/2018). Informasi ini diungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Kendati begitu, ia belum bisa memastikan status dan jenis perkara tersebut.

"Saya belum dapat informasi kalau terkait dengan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan). Tapi yang pasti surat panggilan itu sudah disampaikan pada KPK dan sudah dipertimbangkan juga oleh pimpinan dan disetujui agar pegawai KPK hadir dalam proses pemeriksaan tersebut, dalam hal ini penyidik untuk hari ini," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Febri mengaku belum beroleh informasi utuh mengenai kasus ini, Ia beralasan proses pemeriksaan masih berlangsung. Hanya saja, menurut Febri, salah satu poin yang didalami adalah peristiwa 7 April 2017 yang berkaitan dengan barang bukti perkara suap pengusaha Basuki Hariman ke bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.

"Di surat panggilan itu dibunyikan terkait dengan peristiwa 7 April 2017. Itu juga yang menjadi poin pemeriksaan. Saat ini masih berada di Polda dengan pendampingan dari biro hukum KPK. Salah satu poin yang didalami adalah apa yang terjadi pada tanggal 7 April tersebut terkait dengan perkara suap Basuki terhadap Patrialis Akbar."

Baca juga:

Tapi tetap saja, Febri mengatakan tak mengetahui peristiwa apa yang terjadi pada tanggal itu. Ia juga enggan menyebut nama penyidik KPK yang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

"Saya belum tahu secara persis karena tim masih ada di sana. Mungkin kalau ada pemberitahuan atau informasi dari pihak yang melakukan pemeriksaan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat, itu disampaikan," sambung Febri.

Sepanjang April 2017 ada beberapa kejadian di lingkungan lembaga antikorupsi. Diantaranya perampasan laptop dan tas penyidik KPK Surya Tarmiani hingga dugaan perusakan barang bukti oleh dua penyidik dari unsur kepolisian. Keduanya berkaitan dengan kasus suap pengusahan impor daging Basuki Hariman.

Baca juga: Laporan IndonesiaLeaks Dituding Hoaks, Ketua AJI: Buktikan Bagian Mana yang Fiktif 



Editor: Nurika Manan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.