Penjelasan Soal Peluru di Kompleks Parlemen

Kepolisian menyatakan peluru yang menembus ruangan kerja anggota DPR di lantai 13 dan 16, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Jakarta merupakan peluru nyasar.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 16 Okt 2018 08:14 WIB

Author

Astri Yuanasari

Penjelasan Soal Peluru di Kompleks Parlemen

Anggota kepolisian memasuki ruangan yang terkena peluru nyasar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10). (Foto: ANTARA/ Akbar N)

KBR, Jakarta - Kepolisian menyatakan peluru yang menembus ruangan kerja anggota DPR di lantai 13 dan 16, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Jakarta merupakan peluru nyasar.

Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan, peluru diduga berasal dari anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) yang tengah berlatih di lapangan dekat Gedung DPR. Setyo yang juga Ketua Perbakin DKI Jakarta ini menyebut, di lapangan itu sasaran tembak selalu bergerak.

"Di Lapangan Tembak di depan di dekat gedung ini, itu adalah Lapangan Tembak ada bermacam-macam ada Lapangan Tembak sasaran dan tembak reaksi. Tembak reaksi itu penembaknya bergerak dan juga ada sasaran yang bergerak Oleh sebab itu lebih aktif," kata Setyo di DPR saat konferensi pers di Gedung DPR Jakarta, Senin (15/10/2018).

Ia mengklaim langsung menyambangi dua lokasi, yakni ruangan anggota DPR yang kena tembakan dan Lapangan Tembak. Selanjutnya kata dia Polda Metro Jaya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Sudah diolah, patut diduga terjadi peluru nyasar," ungkap Setyo.

Tembakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB mengenai dua ruang kerja anggota DPR dari Komisi III. Yakni ruangan Wenny Warouw dari fraksi Gerindra di lantai 16 dan Bambang Heri Purnama dari fraksi Golkar di lantai 13. Saat kejadian, Wenny tengah menerima tamu, sedangkan Bambang tidak berada di ruangan.

"14.35, kronologisnya saya baru duduk dan disitu ada tamu saya Pak Hesky Roring pendeta dan AKBP Ronal Rumondor. Kemudian kami bertiga di situ baru ngobrol 2-3 menit kaca meledak lihat ada pecahan, kemudian dia lihat ada bocor di plafonnya. Kemudian saya disuruh tiarap. Itu singkatnya," kata Wenny. 

Kendati mengaku tak menerima ancaman sebelum kejadian tersebut, namun Wenny beranggapan penembakan ini ada kaitannya dengan tugas komisi III DPR yang membidangi masalah hukum.

"Ya tidak ada. Cuma kan situasi politik sekarang saling kait mengait. Tapi sebaiknya biar polisi yg melacak. Kalau saya yakin itu ada hubungan apalagi komisi 3," tuturnya.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14