Penerbangan ke Palu Terbatas, Menhub Arahkan Pengiriman Bantuan Lewat Laut

Kapal Roro memiliki kapasitas besar untuk mengangkut bantuan untuk korban, ketimbang harus menunggu pesawat udara yang berkapasitas kecil dan slotnya terbatas.

BERITA | NASIONAL

Senin, 01 Okt 2018 17:48 WIB

Author

Dian Kurniati

Penerbangan ke Palu Terbatas, Menhub Arahkan Pengiriman Bantuan Lewat Laut

Personel Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara, menata paket bantuan yang akan dikirim untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Senin (01/10/18). ANTARA FOTO/Jojon

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, dikirim menggunakan kapal laut ketimbang pesawat udara. Budi beralasan, kapal roll on-roll off (Roro) memiliki kapasitas besar untuk mengangkut bantuan untuk korban, dibanding harus menunggu pesawat udara berkapasitas kecil ditambah lagi slot yang terbatas.

Budi juga berencana mengarahkan kapal Roro dari Surabaya dan Balikpapan langsung ke Palu, tanpa perlu singgah di Makassar. Dengan begitu, kata dia, durasi berlayar kapal untuk menyalurkan bantuan bisa lebih cepat.

"Kan udara itu slotnya terbatas, jumlah yang diangkut terbatas. Kemarin sudah ada kapal Roro dari Balikpapan sudah masuk, tadi pagi sudah ada dua kapal dari Bitung dan Balikpapan ke Pantoloan. Karena di Pantoloan itu masif, bisa 200 ton bahkan 1.000 ton pun bisa. Jadi mestinya bantuan lewat kapal yang diutamakan, karena masif, besar," kata Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (1/10/2018).

Ia mengatakan, rata-rata sebuah kapal Roro mampu mengangkut 20 truk. Sehingga, jika setiap truk mengangkut sekitar 20 ton barang berarti ada muatan 400 ton yang akan sampai ke Palu.

Menurut Budi, strategi pengiriman tersebut bisa membuat bantuan lebih cepat sampai kepada korban. Apalagi, PT Pelni juga telah menggratiskan biaya pengiriman barang bantuan menggunakan kapal Roro. Selain memuat bantuan, kapal Roro juga tetap bisa mengangkut penumpang menuju maupun meninggalkan Palu.

Baca juga:

Budi telah memerintahkan PT Pelindo IV, PT ASDP Indonesia, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar memprioritaskan masuknya kapal pengangkut bantuan untuk korban gempa dan tsunami. Selain itu, Budi juga telah berkoordinasi dengan polisi dan TNI untuk meningkatkan penjagaan di sekitar pelabuhan, agar pengiriman bantuan berjalan lancar.

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Pemerintah Segera Bubarkan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Kejaksaan

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran

Wildan: Interaksi Langsung dengan Orang yang Berbeda Tumbuhkan Empati

Kabar Baru Jam 14