Menlu: Jokowi Terdepan Dorong Kemerdekaan Palestina

"Bahkan, peran Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina ini juga diakui oleh negara tersebut"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 25 Okt 2018 18:59 WIB

Author

Dian Kurniati

Menlu: Jokowi Terdepan Dorong Kemerdekaan Palestina

(Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengklaim Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin negara yang paling aktif mendorong kemerdekaan Palestina. Capaian tersebut menjadi capaian empat tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Retno mengatakan, dukungan untuk Palestina tersebut tidak hanya secara politis. Indonesia, juga telah mengirimkan banyak pasukan perdamaian ke sana. Bahkan, lanjut Retno, peran Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina ini juga diakui oleh negara tersebut.

"Kita selalu berada di depan mendukung perjuangan bangsa Palestina. Tidak hanya dukungan politik, tapi juga dukungan yang lain. Pada saat Menlu Palestina bertemu dengan presiden, ini juga mengagetkan, beliau mengatakan bahwa 'Retno is not only fighter for Indonesia, she is also a fighter for Palestine'. Ini menunjukkan betapa keberpihakan kita pada Palestina, diakui oleh Palestina sendiri," kata Retno di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (25/10/2018).

Retno melanjutkan, Presiden Jokowi juga membuat banyak inisiatif politik untuk mendorong kemerdekaan Palestina, seperti pertemuan trilateral ulama di Istana Bogor, Mei 2018 lalu. Selain itu, kata Retno, Jokowi juga aktif mengajak negara-negara lain agar ikut mendukung Palestina.

Menlu juga menjanjikan dukungan untuk Palestina akan semakin besar saat Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, tahun depan.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat delapan dari 122 negara yang menyumbangkan pasukan perdamaian terbanyak di dunia.

Retno menambahkan, sepanjang pemerintahan Jokowi hampir 2,7 ribu personil TNI dikirim ke berbagai negara konflik sebagai pasukan perdamaian, termasuk 72 orang di antaranya adalah perempuan. "Indonesia berada di peringkat kedelapan dari 122 negara penyumbang pasukan perdamaian," pungkas Retno.

Baca juga: Diplomasi untuk Palestina

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme

Kabar Baru Jam 15