Mabes Polri Belum Tahu Ada Pemanggilan Penyidik KPK oleh Polda Metro

"Ya itu dia, saya bilang saya belum tau kasus posisinya seperti apa. Yang menangani juga saya belum tau. Nanti saya cek ke Polda Metro ya"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 24 Okt 2018 15:02 WIB

Author

Dwi Reinjani, Muthia Kusuma Wardhani

Mabes Polri Belum Tahu Ada Pemanggilan Penyidik KPK oleh Polda Metro

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri, Setyo Wasisto, belum mengetahui informasi terkait pemanggilan penyidik KPK ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Senin (22/10), kemarin.

Pemanggilan penyidik KPK itu terkait peristiwa perusakan barang bukti, berupa buku merah catatan aliran dana dalam kasus suap impor sapi yang ditangani KPK.

"Ya itu dia, saya bilang saya belum tau kasus posisinya seperti apa. Yang menangani juga saya belum tau. Nanti saya cek ke Polda Metro ya," ucap Setyo di Kantor Pusat MUI, Selasa, (23/10/2018) kemarin.

Senada, Juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono, juga enggan menjawab telah diperiksanya salah seorang penyidik KPK, oleh Ditreskrimsus, terkait laporan IndonesiaLeaks yang menyebutkan adanya perusakan barang bukti dalam kasus suap impor sapi.

"Wah saya engga monitor itu ya mohon maaf, belum dapat informasi itu (masa?) iya saya belum dapat Informasi. Siapa bilang Adi, saya juga belum dapat informasi,  lain kali ya," ujar Argo, saat dihubungi KBR, Selasa (23/10/2018).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah sebelumnya menyebut, surat panggilan ini berdasarkan laporan kepada Polda Metro Jaya tanggal 11 Oktober 2018. Perkara tersebut kemudian dinaikkan ke tahap penyidikan, sehari setelah laporan itu diterima. 

Sebelumnya, IndonesiaLeaks merilis laporan dugaan dua penyidik KPK dari unsur Polri melakukan pengrusakan barang bukti aliran dana kasus suap impor daging dari Basuki Hariman ke sejumlah pejabat, termasuk Kapolri Tito Karnavian.

Baca juga: Pemeriksaan Penyidik KPK oleh Polisi Disetujui Pimpinan

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Penyalahgunaan Narkoba di kalangan Pelajar dan Mahasiswa Meningkat, Penerapan Regulasi Tidak Tepat Sasaran

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19