Lion Air Jatuh, JK Minta Maskapai dan Regulator Introspeksi

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, harus menjadi pembelajaran bagi pihak maskapai dan pembuat regulasi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 29 Okt 2018 20:38 WIB

Author

Ria Apriyani

Lion Air Jatuh, JK Minta Maskapai dan Regulator Introspeksi

Petugas gabungan Basarnas, PMI, dan Polri mengevakuasi puing pesawat Lion Air JT 610 pascakecelakaan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (29/10/2018). (Foto: ANTARA/ Galih P)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla  meminta jatuhnya pesawat Lion Air JT-610  di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, harus menjadi pembelajaran bagi pihak maskapai dan pembuat regulasi untuk memperketat sistem penerbangan Indonesia. Menurut dia, pesawat terbang selama ini cukup rentan mengalami kecelakaan. Sehingga, pengawasan yang ketat pun sangat diperlukan.

"Atas nama pemerintah dan pribadi. kami menyampaikan duka cita mendalam bagi korban. Mudah-mudahan ini memberikan kita dorongan baik perusahaan juga regulator, pengawas, ini lebih ketat menjaga sistem kita," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Senin (29/10/2018).

Kalla pun mengucapkan duka atas insiden tersebut. Dia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)  untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat tujuan Jakarta-Pangkalpinang.

Wapres Jusuf Kalla memastikan semua korban akan mendapatkan jaminan asuransi. "Itu sudah pasti. Pesawat kan baru boleh terbang kalau ada asuransi," ucap JK.

Pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018) pagi. Sejak pukul 06.33 WIB, pesawat sudah hilang kontak dan hingga kini tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian. Dari manifes penerbangan, diketahui pesawat itu mengangkut 188 orang termasuk penumpang dan awak.

Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait memastikan kelayakan pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Kata dia, pesawat itu baru dioperasikan pada Agustus 2018. Pesawat dipiloti kapten Bhavye Suneja yang memiliki 6 ribu jam terbang dan kopilot Harvino yang memiliki 5 ribu jam terbang.

Kendati mengakui sempat ada masalah teknis, Edward mengklaim persoalan itu telah ditangani timnya.

"Pesawat ini terakhir terbang dari Denpasar menuju Cengkareng dalam posisi dirilis untuk terbang. Memang ada laporan mengenai masalah teknis dan masalah teknis ini sudah dikerjakan sesuai prosedur maintanance yang dikeluarkan pabrikan pesawat. Saya yakinkan bahwa pesawat ini dirilis terbang oleh engineer kami," kata Edward Sirait di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Ia meyakinkan, manajemen Lion Air bakal bekerja sama dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti kejadian ini. Lion Air juga berjanji bakal terus memberikan perkembangan informasi terbaru mengenai pencarian korban pesawat. 

Baca juga:


 
Editor: Nurika Manan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18