Jokowi Ingin Perusahaan 'Start-up' di Indonesia Bertambah

"Saya senang dalam 4 hingga 5 tahun ini kita sudah memiliki empat unicorn. Tapi saya ingin lebih dari itu"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 26 Okt 2018 19:17 WIB

Author

Ria Apriyani

Jokowi Ingin Perusahaan 'Start-up' di Indonesia Bertambah

(Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin agar Indonesia memiliki lebih banyak perusahaan start-up dengan nilai valuasi mencapai Rp15 triliun atau yang biasa disebut dengan unicorn.

Unicorn merupakan sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas US$1 miliar dan di Indonesia, sudah ada empat unicorn yakni Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka. Jokowi mengatakan semua sektor harus terus bersinergi agar tercipta ekosistem yang nyaman.

Pemerintah, menurutnya, akan terus mendorong dengan memberikan insentif kebijakan. "Saya titip, hati-hati. Kita jangan ketinggalan. Kita jangan ditinggal. Saya senang dalam 4 hingga 5 tahun ini kita sudah memiliki empat unicorn. Tapi saya ingin lebih dari itu," ujar Jokowi ketika membuka Idea Fest di JCC Senayan, Jumat (26/10/2018).

Jokowi mengingatkan, ke depan, anak muda akan menjadi tumpuan penggerak ekonomi nasional. Ia pun meminta kreator, inovator dan pelaku bisnis harus berkolaborasi.

Kolaborasi ini juga perlu didukung lembaga keuangan dan dunia industri. Selama ini, kata Jokowi, pemerintah sudah berupaya membuat kebijakan di sektor moneter, fiskal, maupun industri yang membuat para entrepreneur nyaman.

Presiden mencontohkan, pada Februari lalu, Kementerian Keuangan telah mengevaluasi pemberian insentif fiskal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga usaha rintisan. Pemerintah memutuskan penerimaan dari modal ventura tidak dikenakan pajak penghasilan (PPh).



Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi