Share This

Jokowi Ingatkan Siswa Tak Terhasut Hoaks Medsos

"Yang namanya fitnah, yang namanya hoaks, yang namanya kabar bohong, yang namanya saling mencela, saling mengejek, tolong diluruskan"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 10 Okt 2018 15:02 WIB

Jokowi Ingatkan Siswa Tak Terhasut Hoaks Medsos

Ilustrasi

KBR, Bogor- Presiden Joko Widodo, meminta siswa SMA-SMK di Indonesia untuk ikut meluruskan berbagai kabar bohong atau hoaks dan fitnah yang tersebar di media sosial.

Presiden Jokowi, juga mengingatkan siswa SMA agar tak terhasut hoaks di media sosial (medsos).

"Jadi anak-anak tolong, kalau ada hal-hal yang sekarang ini di medsos, yang namanya fitnah, yang namanya hoaks, yang namanya kabar bohong, yang namanya saling mencela, saling mengejek, tolong diluruskan. Anak-anak kan pegangannya seperti ini (ponsel), tolong dibetulkan. Ya?" kata Jokowi di hadapan ratusan ketua OSIS dan pimpinan organisasi kerohanian SMA-SMK di Kabupaten Bogor, Rabu (10/10/2018).

Presiden Jokowi terus mengingatkan akan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan bangsa, karena Indonesia merupakan bangsa yang besar.

Ia menambahkan, siswa SMA-SMK juga harus mewaspadai upaya adu domba untuk kepentingan tertentu. Termasuk politik, yang terjadi menjelang pemilihan umum dan pemilihan presiden 2019. 


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.