Istana Minta Bupati Samosir Pastikan Perlindungan 3 Bocah Pengidap HIV

"Yang salah kan bukan dia. Emang anak-anak yang salah? Ini negara harus ikut melindungi orang seperti itu. Sekolah tidak bisa sewenang-wenang melakukan itu," tutur Kepala KSP, Moeldoko.

NASIONAL , BERITA

Jumat, 26 Okt 2018 10:51 WIB

Author

Dian Kurniati

Istana Minta Bupati Samosir Pastikan Perlindungan 3 Bocah Pengidap HIV

Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, pemerintah menjamin perlindungan seluruh hak ketiga anak dengan HIV positif yang mengalami diskriminasi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kendati Moeldoko tak menyebut spesifik langkah konkret dan kebijakan yang bakal diambil.

Yang jelas, kata dia, Bupati Samosir bertanggung jawab atas hak pendidikan dan kesehatan ketiga anak dengan HIV tersebut. Sehingga, bupati harus memikirkan cara penyelesaian polemik ini tanpa mengabaikan hak ketiga bocah.

"Itu pemahaman yang kurang pas. Pengidap HIV itu harus mendapatkan tempat. Yang salah kan bukan dia. Emang anak-anak yang salah? Ini negara harus ikut melindungi orang seperti itu. Sekolah tidak bisa sewenang-wenang melakukan itu. Semua warga negara kita harus diakomodasi dan mendapatkan tempat terbaik," kata Moeldoko di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (25/10/2018).

Ia pun tak mengusulkan langkah apa yang semestinya diambil Pemkab Samosir. Menurut Moeldoko, pemerintah setempat lebih paham mengenai kebijakan ideal yang ditempuh untuk melindungi ketiga anak korban diskriminasi itu. Meski begitu, ia ingin bupati memastikan tiga anak dengan HIV tak diusir dari daerahnya dan tetap mendapat hak bersekolah serta mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, menurut Moeldoko, bupati juga bertanggung jawab memberi pengertian ke warganya agar bisa menerima ketiga anak tersebut. Ia berkata, penerimaan warga sangat penting karena menyangkut hak konstitusi sang anak.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pengelolaan Sisa Anggaran Lebih Kembali Disorot