Share This

Ini Prioritas Distribusi Logistik KPU

KPU mulai mengirimkan logistik kotak dan bilik suara ke beberapa daerah untuk Pemilihan Umum 2019.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 09 Okt 2018 20:58 WIB

Ini Prioritas Distribusi Logistik KPU

Ilustrasi. (Foto: Kemendagri.go.id)

KBR, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mengirimkan logistik kotak dan bilik suara ke beberapa daerah untuk kebutuhan Pemilihan Umum 2019. Tujuannya, ke lokasi terjauh atau titik dengan proses pengiriman yang sulit dijangkau.

Anggota KPU RI, Pramono Ubaid menjelaskan prioritas utama pengiriman logistik adalah daerah yang secara geografis paling sulit. Seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, dan Sumatera Utara.

"Ada beberapa daerah yang jadi prioritas pengiriman kotak suara dan bilik suara, karena untuk sampai di sana itu, katakanlah Papua Barat itu nanti kirim 5 Oktober sampai baru 18 Oktober," jelas Pramono Ubaid di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

"Lalu Papua itu dikirim 4 Oktober baru sampai 23 Oktober, misalnya. Memang kami prioritaskan pengiriman untuk daerah yang dari geografis sulit dijangkau sehingga kami dahulukan," lanjutnya.

Pramono mengatakan pengiriman logistik kotak dan bilik suara itu memang belum dilakukan ke seluruh wilayah. Ada juga beberapa provinsi yang memang belum jadi tujuan distribusi.

"Jadi kabupaten tertentu di provinsi itu yang didahulukan belum seluruh provinsi," terangnya.

Pramono menambahkan, KPU juga menjamin keamanan pengiriman dan penyimpanan logistik. Sehingga ia memastikan kotak dan bilik suara dalam keadaan baik hingga hari pemungutan suara.

Ia pun mencontohkan, pengiriman bilik suara misalnya, bakal dikirim dalam kondisi terlipat dan per 10 item baka dibungkus dalam plastik. Sehingga dipastikan aman.

Selain bilik dan kotak suara, KPU menargetkan tahun merampungkan kebutuhan logistik lain seperti amplop, tinta, segel dan hologram. Pengerjaan logistik bakal diselesaikan 2018 ini.

"Selain itu pada tahun 2019 yang akan dikerjakan yaitu surat suara, formulir-formulir, serta alat pencoblosan yang akan dikerjakan tahun depan," tutup Pramono.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.