IMF Serukan Pemimpin Negara Stop Perang Dagang

Namun dia menggarisbawahi Indonesia sudah menerapkan arah kebijakan yang benar dalam menghadapi tekanan global.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Okt 2018 12:35 WIB

Author

Ria Apriyani

IMF Serukan Pemimpin Negara Stop Perang Dagang

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di sela rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). (Foto: ANTARA/ Nicklas H)

KBR, Nusa Dua - Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk menghindari perang dagang. Ia mengkritik beberapa negara yang memberlakukan proteksionisme. Salah satunya perang tarif impor AS dan Cina. Efeknya menurut Lagarde tidak hanya dirasakan oleh negara yang berperang tarif, tetapi juga negara lain yang justru tidak terlibat dalam perang tarif tersebut. 

"Risiko ini sudah kami tekankan saat pertemuan April lalu dan kini mulai terlihat nyala. Tensi ini meningkat dan ekonomi global akan terhantam. Saya mendesak agar tensi ini ditekan, dan kita bekerja bersamaenciptakan sistem global yang lebih adil," ujar Lagarde di Bali, Kamis (11/10/2018).

Isu perang dagang menjadi kekhawatiran para menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang menghadiri Rapat Tahunan IMF World Bank. Direktur IMF Christine Lagarde mengatakan kerja sama global di bidang perdagangan, termasuk bagi Indonesia, tengah menghadapi tekanan global.

Namun dia menggarisbawahi Indonesia sudah menerapkan arah kebijakan yang benar dalam menghadapi tekanan global. Lagarde menambahkan Indonesia punya fundamental ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan tahun ketika krisis menghantam tahun 998.

"Kami harap Indonesia tetap memiliki tekad untuk menyetir situasi ekonomi global ini, ketimbang hanya terhanyut di dalamnya."



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah