Cara Kekinian Menggugah Kecintaan terhadap Hutan Indonesia

"Yang masih jarang diketahui, hutan itu bagian dari kebhinekaan bangsa. Masih banyak suku yang punya hubungan erat dengan hutan Indonesia. Jadi misalnya hutan hilang maka budaya mereka pun hilang."

NASIONAL

Selasa, 23 Okt 2018 21:38 WIB

Author

Yogi Ernes

Cara Kekinian Menggugah Kecintaan terhadap Hutan Indonesia

(Foto: @hutanituid)

KBR, Jakarta – Hutan Indonesia menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan Kalimantan dan Papua. Data Forest Watch Indonesia (FWI) pada 2013 menunjukkan sebanyak 82 juta hektare luas daratan Indonesia yang masih tertutup hutan.

Tapi luasan berdasar temuan organisasi lingkungan tersebut, tak lantas selaras dengan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan. Itu sebab, gerakan bertajuk "Hutan Itu Indonesia" berikhtiar menjembatani melalui kampanye-kampanye menarik.

"Gerakan ini baru berdiri 2,5 tahun. Mimpi besarnya itu ingin menjadikan hutan sebagai salah satu identitas kunci Indonesia. Jadi misalnya kalau orang ngomong Indonesia, pertama kali disebutkan itu hutan Indonesia," terang Leony Aurora, Ketua Umum gerakan Hutan Itu Indonesia saat berbincang di program Ruang Publik KBR, Senin (21/10/2018).

Leony yang memang bekerja di bidang lingkungan ini menuturkan, masih banyak orang Indonesia yang beranggapan hutan itu isinya pohon semata, jika hilang pohonnya, maka tinggal ditanam kembali. Kesimpulan itu ia dapat setelah terlibat sebuah studi yang menanyakan pendapat orang-orang mengenai hutan di lima kota besar Indonesia.

Menurutnya, anggapan yang mengemuka itu, keliru. Leony menjelaskan, fungsi hutan sangat vital bagi kehidupan manusia. Bukan saja soal deretan pohon yang bisa ditanam lagi, melainkan juga tempat penyimpanan air, karbon, serta rumah bagi pelbagai flora juga fauna.

"Hal yang juga yang masih jarang diketahui bahwa hutan itu bagian dari kebhinekaan bangsa kita. Karena masih banyak suku di Indonesia yang punya hubungan erat dengan hutan Indonesia. Jadi misalnya hutan itu hilang maka budaya mereka juga hilang."

Karenanya, guna menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap hutan, gerakan Hutan Itu Indonesia mencetuskan beberapa program. Sepanjang dua tahun ini, sudah ada tiga program yang bakal dijagokan. Antara lain: Hutan Itu Beragam, Cerita dari Hutan dan, Kulari ke Hutan.

Ketua Umum Hutan Itu Indonesia, Leony Aurora dan Koordinator Jaringan Sukarelawan Hutan Itu Indonesia, Didie Diah saat ngobrol di Ruang Publik KBR, Senin (22/10/2018) 


Didie Diah, Kordinator Jaringan Sukarelawan Hutan Itu Indonesia menjelakan, program "Hutan Itu Beragam" punya konsep mengampanyekan kesadaran pentingnya merawat alam dengan pendekatan lintas-agama. Sementara program kedua yang juga disiapkan, "Cerita Dari Hutan" bakal menerjunkan lima tim untuk menelusuri hutan-hutan dan merasakan keindahannya. Selanjutnya, tim yang terpilih itu nantinya diminta menuangkan pengalaman mereka masuk hutan dalam sebuah karya tulis atau musik.

"Terakhir kami juga sedang menyiapkan program 'Ku Lari Ke Hutan'. Ini sudah tahun kedua kami buat. Konsepnya kita lari santai, tapi tiap lima kilometer ada satu pohon yang kami adopsi. Jadi total sudah ada 2000 pohon yang sudah kami adopsi dua tahun belakang," jelas Didie.

Setiap gawean Hutan Itu Indonesia bisa diketahui dengan mengunjungi situs hutanitu.id atau media sosial Instagram dan twitter (at)hutanituid. Sebagai sebuah gerakan, Leony menjelaskan, Hutan Itu Indonesia terbuka dengan pelbagai organisasi atau pihak-pihak yang ingin menyokong juga terlibat.

"Kami sadar gerakan ini harus menjadi sebuah gerakan yang holistik. Jadi siapa pun yang punya visi dan nilai yang sama dengan kami dalam menumbuhkan rasa cinta kepada hutan Indonesia, kami sangat terbuka untuk bekerjasama," katanya.

Leony juga mengungkapkan, tugas merawat dan menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi hutan di Indonesia adalah tanggung jawab seluruh pihak, bukan semata diemban masyarakat di sekitar hutan.

"Target utama gerakan kami sejatinya ke masyarakat perkotaan. Kami mau kita semua, baik masyarakat yang tinggal di kota atau di desa sadar bahwa kita punya andil yang sama dalam menjaga kelestarian hutan," harap Didie.



Editor: Nurika Manan

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri