BNPB Catat Kerugian Akibat Gempa dan Tsunami di Sulteng Rp15,29 T

Jumlah taksiran menurut Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho berpotensi bertambah mengingat basis penghitungan kerugian dan kerusakan belum lengkap.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 26 Okt 2018 18:16 WIB

Author

Dian Kurniati

BNPB Catat Kerugian Akibat Gempa dan Tsunami di Sulteng Rp15,29 T

Sejumlah toko dan gudang yang rusak akibat diterjang gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 SR di kawasan Pergudangan Kabupaten Donggala, Sulteng, Senin (1/10). (Foto: ANTARA/ Amirullah)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat untuk sementara kerugian dan kerusakan akibat gempa diikuti tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp15,29 triliun. Jumlah ini menurut Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho berpotensi bertambah mengingat basis penghitungan kerugian dan kerusakan belum lengkap.

Namun, Sutopo tak bisa memastikan kapan penghitungan akan rampung.

"Diperkirakan, angka ini masih akan terus bertambah, mengingat basis data untuk perhitungan kerugian dan kerusakan masih terbatas. Sehingga semakin lengkap data yang digunakan, maka jumlah kerugian dan kerusakan tentu juga akan bertambah," jelas Sutopo di kantornya, Jumat (26/10/2018).

"Dari empat kabupaten/kota, memang paling banyak adalah di Kota Palu," tambah Sutopo.

Ia pun merinci, kerugian dan kerusakan yang dialami Palu mencapai Rp7,6 triliun atau 50 persen dari angka yang tercatat, diikuti Sigi Rp4,9 triliun (32,1 persen), Donggala Rp2,1 triliun (13,8 persen), dan Parigi Moutong Rp631 miliar (4,1 persen). 

Sutopo mengatakan, nilai Rp15,29 triliun tersebut terdiri atas kerugian di empat daerah terdampak senilai Rp2,02 triliun dan kerusakan Rp13,27 triliun. Kata dia, biasanya nilai kerugian akan lebih besar dibanding nilai kerusakan, sehingga nilai yang saat ini tercatat masih berpeluang bertambah. Adapun nilai kerusakan tersebut diperoleh dari akumulasi lima sektoral, yakni permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kenali dan Obati Katarak Sejak Dini

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10