Share This

Bank Dunia Bakal Kucurkan Dana Bantu Pembangunan Pascabencana di Lombok dan Sulteng

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bantuan itu berupa pinjaman dan hibah. Soal nominal menurut Jusuf Kalla masih dibicarakan.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 10 Okt 2018 22:47 WIB

Wapres Jusuf Kalla (keempat kiri) dan CEO World Bank Kristalina Ivanova Georgieva-Kinova (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10). (Foto: ANTARA/ Nicklas H)

KBR, Nusa Dua - Bank Dunia akan mengucurkan dana untuk pembangunan kembali Lombok dan Sulawesi Tengah pascagempa. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bantuan itu berupa pinjaman dan hibah. Soal nominal menurut Jusuf Kalla masih dibicarakan.

"Lagi dibicarakan segera. Nanti disampaikan. (Bentuknya?) Ada bantuan, ada pinjaman. Tapi jangka panjang. 35 tahun, jadi enggak terasa," kata Kalla di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Kepala eksekutif Bank Dunia Kristalina Georgieva memastikan siap membantu pembangunan kembali rumah sakit, sekolah, dan rumah di Lombok serta Sulteng. Ia ingin seluruh proses pemulihan diarahkan kepada pencegahan dan mitigasi bencana yang lebih baik.

"Pencegahan lebih baik daripada pemulihan. Investasi satu dolar ke pencegahan bisa menghemat 4-7 dolar untuk penanganan kerusakan akibat bencana," kata Kristalina.

Kristalina berharap pengalaman Bank Dunia membantu negara rawan bencana lain seperti Chile dan Turki dapat membantu Indonesia. Dia menekankan yang terpenting masyarakat juga harus memiliki kesadaran masyarakat agar siaga terhadap potensi bencana.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.