Migrant CARE Desak Pemerintah Indonesia Ubah Strategi Diplomasi Dengan Arab Saudi

BERITA , NASIONAL

Selasa, 30 Okt 2018 23:27 WIB

Author

Iriene Natalia

 Migrant CARE Desak Pemerintah Indonesia Ubah Strategi Diplomasi Dengan Arab Saudi

Ilustrasi (FOTO : ANTARA)

KBR, Jakarta - Arab Saudi kembali melaksanakan eksekusi hukuman mati terhadap buruh migran Indonesia. Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Majalengka, Tuti Tursilawati dieksekusi mati pada Senin, 29 Oktober 2018.

Eksekusi mati Tuti menambah daftar para TKI yang dihukum mati pemerintah Arab Saudi tanpa pemberitahuan resmi kepada pemerintah Indonesia. Sebelumnya ada sederet nama Yanti Irianti, Ruyati, Siti Zaenab, Karni, dan Muhammad Zaini Misrin. Belum lagi, menurut data Kementerian Luar Negeri masih ada sebanyak 13 TKI lainnya yang juga terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Menanggapi ini, lembaga peduli buruh migran Migrant CARE mendesak pemerintah Indonesia untuk mengubah strategi diplomasi dengan Arab Saudi. Menurut Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo, harus ada langkah terobosan yang lebih kuat agar kejadian tersebut tidak kembali terulang.

"Momentumnya sekarang ketika tekanan masyarakat internasional kuat. Saya kira pemerintah Indonesia juga harus bersinergi dengan masyarakat internasional misalnya negara-negara Uni Eropa untuk menekan Saudi Arabia untuk terbuka juga menghargai hak asasi manusia," kata Wahyu kepada KBR pada Selasa (30/10/2018).

Tekanan yang dimaksud, menurut Wahyu mengenai sorotan dunia pada Arab Saudi atas tewasnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Apakah kasus eksekusi mati Tuti ini bisa disebut kecolongan?

"Kecolongan sih tidak ya. Karena vonis dijatuhkan dari 2011, tapi berbagai langkah juga sudah dilakukan dengan banding baik di tingkat peradilan maupun policy. Kita (pemerintah Indonesia) tidak boleh merasa underdog, atau itu cuma urusan dalam negeri Saudi, tapi itu juga soal upaya dari diplomasi kita," kata dia.

Eksekusi mati atas Tuti ini disayangkan disaat sudah ada 11 nota kesepahaman (MoU) telah disepakati Indonesia dan Arab Saudi melalui kunjungan bilateral Raja Salman bin Abdulaziz Al-saud pada 1 hingga 3 Maret 2018 lalu. Bahkan, setelah itu ada rencana uji coba pengiriman sekira 30 ribu TKI ke Arab Saudi yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan.

Migrant CARE juga mengecam rencana tersebut. "Pemerintah harus membatalkan rencana itu. Kita nggak rekomen penerapan one channel system ke Saudi Arabia selama tidak ada perubahan disana. Waktu ketemu Kemnaker, perjanjian kerjasama 11 Oktober itu term and condition-nya adalah memastikan Saudi Arabia melindungi TKI kita. Ini kan ternyata nggak dipatuhi," tegas Wahyu. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah